Kunci Utama Sinarmas Land Pasarkan Hunian Middle Up di Masa Pandemi

Kunci Utama Sinarmas Land Pasarkan Hunian Middle Up di Masa Pandemi
Kawasan Lyndon NavaPark BSD City (BSD City)

Jakarta, Properti Indonesia – Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung hingga saat ini terus memberi dampak signifikan terhadap sektor properti. Termasuk pada penjualan rumah middle up. Berbagai cara dilakukan pengembang untuk bisa bertahan dan memanfaatkan insentif yang telah diberikan oleh pemerintah. 

 Managing Director Sinar Mas Land, Alim Gunadi menyampaikan, strategi yang dilakukan oleh pemegang yakni beradaptasi terhadap market. Kemudian mendesain rumah sesuai dengan kebutuhan masa pandemi dan usai pandemi nanti.

“Kita juga banyak berinovasi mengenai beberapa desain rumah yang sekarang kita launching, seperti Aether. Sebelum masuk rumah, ada ruang untuk sanitizing. Untuk membersihkan diri sebelum masuk living room,” ujar Alim pada Properti Indonesia, Rabu (6/10) lalu.

Lanjut Alim, kunci bagi pengembang untuk bisa bertahan di masa pandemi yakni beradaptasi terhadap pasar (market) dan kondisi Covid-19. Meski sebelumnya pertumbuhan mengalami minus pada awal Maret-April 2020 lalu

“Kemudian setelah kita beradaptasi, kita mencoba membuat satu program nasional yang saat ini masih berjalan yaitu Wish for Home. Kita melihat bahwa sebenarnya respon terhadap properti ini masih ada sebagai investasi, dan juga di masa pandemi ini banyak orang merasa bahwa hunian itu menjadi salah satu hal yang tidak terbantahkan,” jelas Alim.

Sinar Mas Land sendiri juga telah meluncurkan beberapa proyek baru, dan melihat sampai kuartal ke IV 2021 juga akan produk baru dan yang paling baru akan melaunching pergudangan. Yakni Taman Tekno tahap ke sembilan di BSD City.

Kemudian rata-rata harga rumah middle up untuk kalangan milenial  yang laku dijual di kawasan BSD City sendiri mulai dari Rp500 juta hingga Rp1,5 miliar. Sementara rumah untuk menengah dan ke atas juga cukup banyak terserap oleh pasar, seperti halnya Lyndon yang harganya mencapai Rp15 miliar hingga Rp40 miliar.

“Jadi memang market-market ini ternyata bagaimana kita mendesain dan memasarkan produk yang tepat untuk kebutuhan mereka (customer). Karena sebenarnya daya beli itu ada, namun mereka mungkin menunggu produk yang tepat kemudian bagaimana mereka berinvestasi dan kebutuhannya. Bahwa rumah itu sekarang merupakan salah satu kebutuhan yang bukan hanya untuk tidur,” imbuhnya.

Tags
#hunian #rumah #Berita Properti #properti #Sinar Mas Land #bsd city