Jakarta, Properti Indonesia – Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menghadiri rapat koordinasi percepatan Program 3 Juta Rumah yang diselenggarakan di Gedung BPKP Pusat, Jakarta. Rapat tersebut dipimpin oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait dan dihadiri oleh CEO Danantara Indonesia Rosan Perkasa Roeslani, Kepala BPKP Muhammad Yusuf Ateh, serta sejumlah pemangku kepentingan sektor perumahan.
Dalam rapat tersebut, Menteri PKP menekankan pentingnya kolaborasi lintas kementerian, lembaga, dan dunia usaha untuk mempercepat penyediaan hunian layak bagi masyarakat. Sementara itu, Danantara Indonesia menyatakan dukungannya terhadap berbagai program strategis pemerintah, termasuk sektor perumahan yang memiliki dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Usai rapat, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menjelaskan bahwa pemerintah terus menyempurnakan kebijakan pembiayaan perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), termasuk penyesuaian terkait harga rumah, luas bangunan, suku bunga, tenor pembiayaan, serta pengembangan proyek yang dapat memperoleh dukungan pemerintah melalui skema pembiayaan perumahan.
Heru menegaskan bahwa BP Tapera siap mendukung kebijakan pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap rumah layak dan terjangkau melalui berbagai program pembiayaan yang telah berjalan.
Hingga 22 Juni 2026, realisasi penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah mencapai 80.528 unit rumah dengan nilai pembiayaan sekitar Rp10 triliun. Penyaluran tersebut didukung oleh 21 asosiasi perumahan, 9.696 pengembang, 8.980 proyek perumahan, dan 36 bank penyalur yang tersebar di 35 provinsi serta 375 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Capaian tersebut menunjukkan komitmen BP Tapera bersama pemerintah dan seluruh mitra kerja dalam mendukung Program 3 Juta Rumah serta memperluas akses kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah di berbagai wilayah Indonesia.