Jakarta, Properti Indonesia – Sepanjang 2020, PT Ciputra Development Tbk (CTRA) berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp8,07 triliun atau naik sekitar 6,04% dari Rp7,6 triliun pada tahun 2019. Hasil pendapatan ini telah tercantum dalam keterbukaan informasi yang dikutip Properti Indonesia, Senin (19/4).
Beban pokok penjualan dan pendapatan CTRA pada tahun 2020 juga mengalami kenaikan sebanyak Rp3,94 triliun dibanding tahun 2019 mencapai Rp3,81 triliun. Adapun laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada entitas induk atau laba bersih ikut naik menjadi Rp1,32 triliun atau 13,79% dari Rp1,16 triliun di 2019.
Baca Juga : Relaksasi Properti Berdampak pada Penjualan Rumah Ready Stock Ciputra Residence
Kemudian laba usaha tercatat naik sebanyak 21,06% menjadi Rp2,64 triliun sementara di tahu 2019 hanya mencapai Rp2,18 triliun. Laba sebelum pajak penghasilan naik 8,41% ata Rp1,42 triliun dari Rp1,31 triliun pada 2019. Hingga per 31 Desember 2020, nilai aset Perusahaan tercatat sebesar Rp39,25 triliun atau naik 8,45% dari Rp36,19 pada 2019. Laba per saham ikut tumbuh menjadi Rp71 dari tahun 2019 ang mencapai Rp62 per saham.
Baca Juga : Gelar Property Online Expo, Ciputra Tawarkan Bunga KPR/KPA 3,88%
Pendapatan yang diperoleh CTRA dikontribusi dari penjualan rumah tapak dan ruko sebanyak Rp4,64 triliun, penjualan apartemen sebanyak Rp1,08 triliun, penjualan kapling sebanyak Rp414,31 miliar. Namun penjualan kantor menurun menjadi Rp455,95 miliar dibanding tahun 2019 mencapai Rp601,12 miliar.
Adapun, CTRA telah menargetkan marketing sales pada 2021 sebanyak Rp5, triliun. Terhitung hingga kuartal I 2021 Perusahaan telah memperoleh marketing sales sebanyak Rp1,9 triliun.