Trend Positif Pasar Perumahan Masih Berlanjut di Tahun 2023

Trend Positif Pasar Perumahan Masih Berlanjut di Tahun 2023
Kawasan perumahan (Dok. Kementerian PUPR)

Jakarta, Properti Indonesia - Konsultan properti Cushman & Wakefield Indonesia memproyeksi jika trend positif pasar sektor residensial, khususnya rumah tapak masih akan berlanjut di tahun 2023, baik dari sisi penawaran maupun permintaan. Indikator ini berdasarkan catatan grafik pertumbuhan pasar perumahan tapak yang relatif stabil sepanjang 2020-2021 dan membaik pada tahun 2022.

Direktur Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo menuturkan, pasokan kumulatif perumahan tapak meningkat sebesar 2,9 persen secara tahunan (year on year/YoY) pada akhir tahun ini. 

"Pada tahun 2023 diperkirakan banyak kawasan perumahan yang akan terus menyediakan produk dengan segmen yang lebih tinggi. Misalnya, semakin banyak proyek yang menawarkan rumah 3 lantai untuk segmen atas seperti di tahun 2022," ujar Arief dalam laporannya, dikutip Jumat (30/12).

Sementara dari sisi demand, sebut Arief, permintaan terlihat telah meningkat sebesar 3 persen pada akhir tahun 2022 secara tahunan, dengan proyeksi pertumbuhan yang relatif stabil pada tahun 2023. Seiring terkendalinya pandemi dan ekonomi yang membaik, daya beli secara umum semakin terlihat. Ditunjukkan oleh penerimaan yang baik dari produk segmen menengah atas dan atas. Tren ini diperkirakan akan berlanjut tahun depan.

"Meskipun kekhawatiran ekonomi global pada tahun 2023, permintaan perumahan diproyeksikan relatif stabil pada tahun 2023 karena sebagian besar permintaan berasal dari end-user dengan kebutuhan untuk membeli rumah pertama mereka. Krisis, bagaimanapun, dapat berdampak pada suku bunga KPR, yang secara bertahap mempengaruhi permintaan terutama dari pembeli yang bermaksud membeli unit menggunakan pinjaman kedua dan seterusnya," jelas Arief.

Selanjutnya, dengan dibukanya infrastruktur tol di beberapa wilayah seperti kawasan Tangerang dan Bekasi, pertumbuhan harga tanah di tahun 2023 diproyeksi akan sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan tahun-tahun awal pandemi.

Selain itu, meningkatnya inflasi yang turut mempengaruhi biaya bahan bangunan juga membuat harga jual rata-rata unit meningkat pada tahun depan. "Untuk menjaga agar harga tetap terjangkau, perumahan diharapkan dapat mempertahankan pertumbuhan harga tanah secara konservatif pada tahun 2023," pungkasnya.

Tags
#hunian #rumah #Berita Properti #properti #perumahan