Jakarta, Properti Indonesia – Jalan Tol Jakarta-Cikampek 2 Elevated resmi berganti nama menjadi Jalan Layang MBZ Sheikh Mohamed Bin Zayed, pada Senin, (12/4) lalu. Nama jalan layang ini diambil dari nama Putera Mahkota Abu Dhabi yang juga Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab (UEA).
Peresmian jalan layang dilakukan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang mewakili Presiden Joko Widodo, kemudian Duta Besar RI untuk UEA Husin Bagis, Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia Abdullah Salem Obaid Al Dhaeri, dan Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Subakti Syukur.
Pemberian nama jalan layang ini menjadi penghormatan bagi UEA yang telah menjalin hubungan diplomatik di bidang sosial dan budaya serta ekonomi dengan Indonesia selama 45 tahun. Di bidang ekonomi, UEA merupakan salah satu negara dengan investasi terbesar di Indonesia khususnya di bidang infrastruktur. Sebelumnya nama Presiden Joko Widodo juga telah dicanangkan sebagai nama salah satu tol strategis di UEA.
Jalan tol layang ini merupakan akses untuk memisahkan pergerakan komuter jarak pendek Jakarta-Bekasi-Cikarang atau lajur kolektor/eksisting dengan pergerakan jarak jauh tujuan Cirebon, Bandung, Semarang, dan Surabaya (lajur ekspres/layang), khususnya untuk golongan I non-bus. Sementara jalan layang MBZ Sheikh Mohammed Bin Zayed ini telah dibuka dan beroperasi kembali.
Jalan layang ini memiliki panjang 36,4 km, di mana konstruksinya dikerjakan sejak awal tahun 2017 dan diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 12 Desember 2019. Pembangunannya dikerjakan oleh kontraktor PT Waskita Karya (Persero) Tbk bersama P Ascet Indonusa Tbk.
Pengusahaan dilakukan oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jasamarga Jalan Layang Cikampek (JJC) yang merupakan anak usaha dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk dengan nilai investasi sebesar Rp16,2 triliun.
Kepadatan lalu lintas per hari mencapai 200 ribu kendaraan, dan jalur ini merupakan urat nadi perekonomian Indonesia, serta berada di kawasan industri dan permukiman yang berkembang pesat di timur Jakarta.
Jalan Tol Jakata-Cikampek II Elevated sendiri merupakan jalan tol layang terpanjang di Indonesia yang membentang dari wilayah Junction Cikunir hingga Karawang Barat. Konstruksi jalan layang ini telah disesuaikan dengan peninggian elevasi struktur elevated dengan tetap memperhatikan kualitas pemenuhan ketentuan dan persyaratan teknis yang berlaku. Jalan tol layang Jakarta-Cikampek II Elevated menjadi salah satu solusi kemacetan yang sering terjadi di ruas vital tersebut.