Jakarta, Properti Indonesia – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikkan peringkat emiten PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) dan obligasi berkelanjutan III menjadi “idA+” dari “idA”. Peringkat ini mencerminkan SMRA akan mempertahankan profil keuangan yang kuat. Khususnya peningkatan di indikator leverage keuangan dan arus kas yang dipicu oleh proyeksi pendapatan dengan lebih baik.
“Sumber pendapatan SMRA di masa depan akan berasal dari pra penjualan di area yang sudah ada, terutama Bogor, Serpong dan pengembangan area di masa depan, termasuk peningkata pendapatan di segmen pusat perbelanjaan dan hotel,” tulis analis Pefindo, Yogie Perdana dalam siaran pers, Senin (4/4).
Pefindo juga menilai bahwa prospek atas peringkat perusahaan adalah “stabil”. Terlebih, obligor dengan peringkat idA memiliki kemampuan yang kuat dibandingkan obligor lainnya untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjangnya. Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan mudah terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi dibandingkan obligor dengan peringkat tinggi.
Adapun tanda tambah (+) menunjukkan bahwa peringkat yang diberikan relatif kuat dan di atas rata-rata kategori yang bersangkutan. Peringkat mencerminkan posisi pasar SMRA yang kuat di industri properti, kualitas aset yang baik, dan pendapatan berulang yang cukup. Namun, peringkat dibatasi oleh risiko pengembangan proyek baru di area baru, dan karakteristik industri properti yang sensitif terhadap perubahan kondisi makroekonomi.
Peringkat dapat dinaikkan jika secara konsisten mencapai target pra penjualan, pendapatan, EBITDA dan disertai oleh leverage keuangan yang tetap konservatif. Namun, peringkat dapat diturunkan jika perusahaan membukukan pra penjualan lebih rendah dari target serta progres penyelesaian pembangunan properti lebih lama dari perkiraan.
“Peringkat juga dapat berada di bawah tekanan jika utang perusahaan lebih besar dari proyeksi, yang mengakibatkan struktur permodalan yang lebih agresif,” imbuh Yogie.