Jakarta, Properti Indonesia - Proyek Jalan Tol Akses Patimban paket 1-3 mulai dibangun oleh pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Jalan tol ini dibangun untuk nantinya melayani arus logistik barang yang ada di sebelah timur Jakarta menuju Pelabuhan Patimban.
“Tol ini sangat strategis, tidak hanya arus logistiknya saja, tetapi juga untuk mengendalikan traffic di Jakarta ke arah baratnya. Jadi produk-produk di sebelah timur tidak perlu ke barat dulu untuk ekspor dan impornya, tetapi langsung ke timur sehingga memecah beban traffic yang ada di Jakarta,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan resmi, dikutip Rabu (15/11).
Jalan Tol Akses Patimban memiliki total panjang 37,05 km dengan rincian sepanjang 14,11 km akan dibangun oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dan sepanjang 22,94 km dibangun oleh pemerintah. Total pembangunan porsi pemerintah terdiri dari empat paket pekerjaan, namun akan dimulai pembangunannya mencakup tiga paket. Tiga paket tersebut yaitu paket 1 sepanjang 7,69 km, paket 2 sepanjang 6,2 km, dan paket 3 sepanjang 5,5 km.
Jalan tol ini akan menghubungkan Pelabuhan Patimban yang terkoneksi dengan Jalan Pantura dengan jalan tol Trans Jawa ruas Cikopo-Palimanan. Sehingga diharapkan jalan tol ini dapat meningkatkan aktivitas ekspor yang bersumber dari kawasan industri di sekitar Cikarang-Cibitung-Karawang serta serta mendukung pengembangan wilayah di Kabupaten Subang dan sekitarnya.
Pada jalan tol ini juga direncanakan pembangunan rest area pada dua titik lokasi yaitu di STA 21+300 arah ke Pelambuhan Patimban dan STA 22+300 arah ke Jalan Tol Cipali sebagai area persinggahan dan peristirahatan pengguna jalan tol.