Intip Mewahnya Desain Interior Kapal Titanic

Intip Mewahnya Desain Interior Kapal Titanic
Royal Mail Ship Titanic (Goodhousekeeping)

Jakarta, Properti Indonesia – Royal Mail Ship Titanic, merupakan kapal pesiar terbesar dan termewah pada jamannya yang terkenal karena tragedi tenggelam dalam pelayaran perdananya. Kapal ini dimulai konstruksinya pada 3 Maret 1909, kemudian Titanic memulai pelayaran perdana dari Southampton, Inggris ke New York, Amerika Serikat pada 10 April 1912 dengan total sebanyak 2.500 penumpang. 

Kapal pesiar ini diyakini sebagai kapal yang tidak akan pernah tenggelam. Namun, dalam beberapa hari perjalanan, kapal menabrak gunung es dan tenggelam dalam beberapa jam di Samudra Atlantik Utara atau sekitar 644 kilometer di selatan Newfoundland, Kanada. Sekitar 1.500 orang tewas dalam tragedi tersebut dan 700 lainnya selamat. Tenggelamnya kapal ini diceritakan kembali dalam film dengan judul yang sama, yang diperankan oleh Leonardo Di Caprio (Jack) dan Kate Winslet (Rose).

Titanic memiliki panjang sekitar 882 kaki atau 269 meter dan lebar 92,5 kaki atau 28,2 meter dengan berat hampir 45 ribu ton. Kapal ini didesain oleh Thomas Andrews, seorang ahli pembuat kapal dan kepala desain Harland and Wolff. Pembuatan kapal menelan dana sekitar US7,5 dolar atau sekitar USD400 juta dolar saat ini. Terdapat 10 dek yang bisa digunakan untuk penumpang dengan balutan interior mewah. Furnitur di kapal ini menggunakan kayu ek yang diukir, dan terdapat berbagai fasilitas mewah lainnya.

Dilansir dari goodhousekeeping, kamar tidur terbagi menjadi beberapa kelas dengan total 840 kamar. Yaitu 416 kamar di kelas satu, 162 kamar di kelas dua, dan 262 di kelas tiga. Titanic memiliki suite paling mewah yaitu The Parlor Suites, termasuk perapian dan ruang duduk pribadi. Pada saat itu, hanya ada empat tiket dan dijual seharga USD4.350 atau sekitar USD115.060 saat ini. Setiap kamar tidur didesain dengan gaya yang berbeda, mulai dari gaya Prancis dan Georgian.

Selanjutnya, interior yang ikonik dari Titanic adalah tangga Grand First-Class Staircase, pusat kemewahan yang melayani penumpang kelas satu di kapal. Tangganya memiliki ukiran kayu yang rumit, jam hiasan, pagar besi tempa, dan kubah kaca di atasnya. Di depan Grand Staircase terdapat tiga lift berlapis emas yang digunakan untuk penumpang kelas satu.

Terdapat ruang merokok yang didesain dengan kaca patri, fragmen bingkai jendela kaca ini masih dapat ditemukan di lokasi reruntuhan kapal lebih dari 100 tahun. Kemudian tempat makan utama khusus tamu kelas satu seluas 10.000 kaki persegi yang dapat menampung hingga 500 orang sekaligus. Pada kapal ini juga terdapat beberapa kafe seperti Veranda Cafe bertema tropis untuk penumpang kelas satu, dan Parisian Cafe, restoran yang menyerupai kafe pinggir jalan di Paris dan juga memiliki pelayan Prancis.

Serta terdapat fasilitas mewah lainnya seperti First Class Lounge, ruang makan kelas tiga, pintu masuk Dek A, Promenade Sitting Area, gymnasium, kolam renang, ruang membaca dan menulis yang dilengkapi dengan pencahayaan alami. Penumpang kelas satu juga disuguhi live music di Drawing Room . Terdapat area duduk luar ruangan yang didesain dengan gaya arsitektur Edwardian. Arsitektur ini populer di kalangan orang kaya di awal tahun 1900-an. Karakteristik dekorasi utama pada era tersebut yaitu pintu masuk melengkung dan pola desain yang sederhana. Terakhir, terdapat area lainnya yaitu Dek A, jalur yang hanya boleh diakses oleh penumpang kelas satu.

Titanic menggunakan sistem propulsi bertenaga uap. Baling-baling di buritan kapal dibuat miring untuk menghindari getaran saat pelayaran. Biasanya, kapal hanya membutuhkan tiga corong untuk pembuangan boiler besar di bagian bawa kapal. Namun, karena ukuran kapal yang besar, para desainer merasa bahwa empat akan terlihat lebih megah, sehingga ditambahkan untuk tujuan estetika dan memberikan udara segar ke ruang mesin di bawah.

 

Tags
#trend desain #Berita Properti #interior #properti #kapal pesiar #titanic #desain interior