Jakarta, Properti Indonesia - Tren interior terus berkembang dari waktu ke waktu. Furnitur atau perabot yang merupakan bagian dari interior, pada tahun ini masih berfokus untuk kawula muda atau milenial dengan model yang lebih sederhana dan alami.
Ketua Umum Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI), Abdul Sobur, menyebutkan bahwa desain interior saat ini didominasi oleh desain yang sederhana (minimalis) dan bersih.
"Saat ini kaula muda yang banyak atau milenial, jadi interior design sekarang itu warna atau karakternya yang banyak didominasi minimalis. Bersih (clean), simple atau tidak banyak makan ruang. Jadi karakter-karakter itu yang sekarang muncul," ujar Abdul kepada Properti Indonesia, di sela-sela acara IFMAC & WOODMAC 2023, Rabu (20/9).
Lanjutnya, meski begitu value tersebut tidak terlalu tinggi. Hal ini karena value yang tinggi dekoratifnya masuk ke dalam karya-karya yang memiliki ikon-ikon khusus. Desain interior terbagi menjadi tiga kelas konsumen yakni kelas atas atau menengah atas, kelas menengah, dan menengah ke bawah.
"Jadi secara keseluruhan, interior itu dibagi dengan tiga kelas konsumen. Kelas atas, menengah, dan menengah ke bawah," imbuhnya.
Abdul juga mengatakan tren furnitur pada tahun depan juga kurang lebih hampir mirip, yakni simple atau minimalis. Berbeda dengan pasar global, yang cenderung menyukai furnitur atau perabot natural seperti bambu, rotan, kayu jati, dan mahoni. Furnitur dengan material yang terkenal itu menjadi produk yang diminati saat ini di pasar-pasar kawasan Amerika Serikat dan Eropa.
"Bahan-bahan itu dianggap sebagai produk-produk yang memiliki kualitas menengah atas," kata Abdul.
Tren furnitur minimalis di Indonesia saat ini juga menyesuaikan dengan daya beli masyarakat. Selain itu, juga didominasi oleh produk-produk impor. Bahkan, produk impor ini sudah mencapai angka yang lebih besar atau hampir USD1 miliar atau sekitar Rp14 triliun. Dari output produksi, angka impor tersebut sudah memasuki angka 20 persen.
"Secara umum, menurut saya diperlukan sebuah inovasi yang penting bagi para desainer untuk bukan hanya sekedar produk itu diisi dengan produk-produk impor. Namun, harus mengoptimalisasi industri dalam negeri dengan menginterpensi desain-desain yang kekinian dari para desainer," jelasnya.
Sementara itu, untuk furnitur pada rumah sehat yang sedang tren saat ini juga menggunakan bahan kayu, namun bukan kayu solid. Melainkan kayu yang dilapis dengan bahan-bahan sintetis yang bercorak kayu. Menurutnya hal ini karena bahan kayu solid lebih mahal.
"Meski begitu, kayu solid tersebut merupakan keunggulan Indonesia sehingga HIMKI bisa ekspor ke seluruh dunia atau sebanyak 124 negara. Paling besar ke Amerika Serikat dan Eropa," ungkap Abdul.
Sebagai informasi, HIMKI juga berpartisipasi dalam pameran permesinan kayu dan komponen manufaktur furnitur di Indonesia yakni IFMAC & WOODMAC 2023 di Jakarta International Expo, Kemayoran. Abdul menjelaskan, Indonesia sebagai pemasok pasar furnitur global berakar dari sumber daya alam, tenaga kerja terampil, harga kompetitif, keragaman budaya dan produksi berkelanjutan.
Sumber daya alam di Indonesia yang berlimpah dengan ragam kayu yang sangat dicari di pasar global karena daya tahan, keindahan dan karakteristiknya yang unik. Furnitur buatan Indonesia juga banyak dicari karena presisi dan desian yang kreatif.
Mengingat kesadaran akan produksi yang berkelanjutan, produsen furnitur Indonesia sangat menekankan praktik produksi yang berkelanjutan, termasuk penggunaan bahan yang ramah lingkungan dan pengelolaan hutan yang bertanggung jawab. Hal ini telah membantu membedakan produk furnitur Indonesia di pasar global dna menarik konsumen yang sadar lingkungan.
"Di pameran ini konteksnya bagaimana memproduksi barang yang lebih produktif dan efisien, sehingga pasarnya adalah pengusaha mebel dan pengusaha mebel pasarnya adalah orang yang memiliki rumah. Hal ini karena mebel adalah bagian dari interior," tutup Abdul.