CEO Leads Property: Yang Paling Dikhawatirkan adalah Jika PPKM Berkepanjangan !

CEO Leads Property: Yang Paling Dikhawatirkan adalah Jika PPKM Berkepanjangan !
Salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Selatan (Dok Properti Indonesia)

Jakarta, Properti Indonesia - Untuk memutus rantai penyebaran virus corona dan menekan melonjaknya kasus Covid-19 di masyarakat, Pemerintah kembali menerapkan aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. PPKM Darurat yang dimulai sejak tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021 tersebut secara khusus berlaku untuk wilayah Jawa dan Bali. 

CEO of Leads Property Services Indonesia, Hendra Hartono menuturkan, yang paling dikhawatirkan para pelaku usaha di sektor properti adalah jika pemberlakuan PPKM Darurat berkepanjangan atau melebihi batas waktu yang ditetapkan yaitu tanggal 20 Juli 2021.

Menurut Hendra, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat  yang berkepanjangan bisa menciptakan peluang terkoreksinya harga-harga karena orang menjadi sulit untuk berbisnis dan bekerja. “Kondisi ini bisa menyebabkan penghasilan menjadi menurun dan bisnis jadi tidak menentu,” ujar Hendra Hartono kepada Properti Indonesia, Senin (5/7).

Meski begitu, Hendra menuturkan, untuk sub sektor hotel kondisinya diproyeksi masih stabil seperti sebelum PPKM Darurat diberlakukan, karena sebagian besar okupansinya akan terisi berkat adanya masyarakat yang melakukan isolasi mandiri (isoman) covid-19 serta karantina penumpang luar negeri. 

Sedangkan subsektor retail menjadi yang paling terpukul karena adanya kebijakan penutupan sementara dan berimbas tidak beroperasinya mall atau pusat perbelanjaan, terutama big box seperti cinema, gym dan toko electronic. “Namun untuk supermarket, drug store, dan convenient store kondisinya masih stabil karena tetap diperbolehkan beroperasi,” jelas Hendra.

Berlanjut ke subsektor Perkantoran, menurut Hendra akan terjadi penurunan luas ruang sewa akibat penerapan WFH yang masih tetap berlangsung, namun dengan harga sewa yang kompetitif dan cenderung menurun aktivitasnya. “Tapi kondisi tersebut akan kembali aktif setelah PPKM dicabut,” ungkapnya.

Untuk subsektor industrial khususnya logistik dan pergudangan saat ini masih tetap aktif dan stabil. Hal yang sama juga berlaku untuk bisnis Data Center serta Residential, khususnya Landed housing karena cukup berhasilnya penerapan WFH, walaupun viewing ke lokasi tertahan selama masa PPKM.

Sementara untuk apartemen tetap tertekan karena jumlah penyewa berkurang banyak sehingga kebutuhan investasi apartemen juga berkurang. “Strategi yang dapat dilakukan para developer agar penjualan tetap stabil adalah dengan memperkuat on line marketing dan teknologi seperti 3D viewing, VR dan website,” tuturnya.

Tags
#hunian #rumah #Township #Kota Mandiri #outlook #Berita Properti #Bisnis Properti