Jakarta, Properti Indonesia - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menargetkan pembiayaan rumah subsidi skema kredit pemilikan rumah Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR FLPP) sebanyak 232.101 unit sepanjang tahun 2024.
Dari jumlah tersebut memiliki nilai mencapai Rp29,24 triliun. Jumlah target penyaluran FLPP ini meningkat dari total penyaluran KPR FLPP pada tahun 2023 sebesar Rp26,32 triliun.
Dalam penyaluran FLPP tersebut, terdapat 31 bank yang akan menjadi bank penyalur KPR rumah subsidi melalyu FLPP di tahun ini. PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) menjadi bank dengan komitmen bank penyalur FLPP tertinggi tahun ini mencapai 124.500 unit senilai Rp15,68 triliun.
Bank lainnya yang masuk ke dalam 10 besar penyalur di antaranya adalah unit usaha syariah (UUS) BBTN yaitu BTN Syariah dengan penyaluran sebanyak 35.000 unit senilai Rp4,41 triliun. Kemudian PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebanyak 20.000 unit senilai Rp2,52 triliun.
Sementara itu, BNI berada di posisi keempat sebanyak 14.193 unit senilai Rp1,78 triliun, Bank BJB sebanyak 7.744 unit senilai Rp1,07 triliun, Bank Mandiri sebanyak 7.200 unit senilai Rp907,2 miliar, BSI 5.000 unit senilai Rp630 miliar, BJB Syariah 2.500 unit senilai Rp315 miliar, Bank Sumselbabel 2.000 unit senilai Rp252 miliar, dan Bank Sulselbar 1.500 unit senilai Rp189 miliar.
“Sepuluh bank penyalur tertinggi ini menyalurkan 95,63 persen dari total penyaluran tahun 2023. Sisanya 30 bank penyalur lainnya menyalurkan sebanyak 4,37 persen,” ujar Komisioner BP Tapera Adi dalam keterangannya, dikutip Jumat (16/2).