TransTRACK Dorong Pemanfaatan AI untuk Perkuat Sistem Manajemen Keselamatan Transportasi

TransTRACK Dorong Pemanfaatan AI untuk Perkuat Sistem Manajemen Keselamatan Transportasi
TransTRACK Forum Kemenhub-Organda

Medan, Properti Indonesia – Tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang masih terjadi di Indonesia mendorong perlunya pendekatan keselamatan yang lebih proaktif dan berbasis teknologi. Menjawab tantangan tersebut, TransTRACK menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI), telematika, dan analitik data dalam mendukung implementasi Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU) melalui kegiatan Sosialisasi Penguatan Sistem Manajemen Keselamatan Transportasi Jalan yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan bersama Dewan Pimpinan Pusat Organisasi Angkutan Darat (DPP Organda) di LePolonia Hotel & Convention, Medan, Kamis (4/6). 

Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi antara regulator, pelaku usaha transportasi, industri asuransi, dan penyedia teknologi dalam memperkuat budaya keselamatan transportasi darat di Indonesia.

Penguatan sistem keselamatan transportasi menjadi semakin penting mengingat tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang masih terjadi di Indonesia. Berdasarkan data Kepolisian Republik Indonesia, sepanjang tahun 2025 terjadi 156.253 kecelakaan lalu lintas di seluruh Indonesia yang mengakibatkan 235.789 korban, termasuk 21.717 korban meninggal dunia. Artinya, rata-rata hampir 60 orang kehilangan nyawa setiap hari akibat kecelakaan di jalan raya.

Selain itu, Jasa Marga juga mencatat data kecelakaan tahun 2025 dimana terdapat total 1119 kecelakaan di tol Jasa Marga yang mayoritas melibatkan mobil sebesar 44.5% dan truk sebesar 42.18% dari total kejadian. Data tersebut juga menunjukkan bahwa faktor terbesar disebabkan oleh pengemudi (86.8% atau 971 kejadian).

Dalam forum tersebut, TransTRACK memperkenalkan pendekatan solusi Safety Intelligence yang mengintegrasikan Driver Monitoring System (DMS) dan Advanced Driver Assistance System (ADAS) berbasis AI untuk membantu operator mengidentifikasi perilaku berkendara berisiko, mengurangi potensi kecelakaan, serta meningkatkan kepatuhan terhadap standar keselamatan operasional.

Ledi Hari Setiawan, Chief Operating Officer (COO) TransTRACK, mengatakan bahwa tantangan keselamatan transportasi saat ini tidak lagi dapat diselesaikan hanya melalui pendekatan konvensional. Menurutnya, tingginya risiko kecelakaan akibat faktor manusia membutuhkan dukungan teknologi yang mampu mendeteksi potensi bahaya sebelum insiden terjadi.

"Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum tidak hanya membutuhkan regulasi dan komitmen manajemen, tetapi juga dukungan teknologi yang mampu memberikan visibilitas terhadap risiko di lapangan secara real-time. Teknologi DMS memungkinkan perusahaan mendeteksi berbagai kondisi berisiko, seperti kelelahan pengemudi, distraksi, penggunaan telepon seluler saat berkendara, hingga ketidakpatuhan penggunaan sabuk pengaman. Sementara fitur ADAS memberikan peringatan dini terhadap potensi tabrakan, perpindahan jalur yang tidak aman, dan jarak kendaraan yang terlalu dekat," ujar Ledi.

Menurut Ledi, pemanfaatan teknologi keselamatan berbasis AI menjadi semakin relevan seiring meningkatnya kebutuhan industri transportasi terhadap sistem pengawasan yang proaktif dan berbasis data.

"Keselamatan tidak boleh hanya diukur dari jumlah kecelakaan yang berhasil ditangani, tetapi juga dari seberapa banyak potensi kecelakaan yang dapat dicegah. Di sinilah teknologi berperan sebagai enabler untuk membantu perusahaan transportasi membangun budaya keselamatan yang lebih kuat dan berkelanjutan," tambahnya.

Sebagai perusahaan teknologi transportasi dan logistik berbasis Internet of Things (IoT), AI, dan Big Data, TransTRACK terus mengembangkan berbagai solusi yang membantu perusahaan meningkatkan keselamatan, efisiensi operasional, produktivitas armada, dan keberlanjutan bisnis. Hingga saat ini, solusi TransTRACK telah digunakan oleh lebih dari 200.000+ unit kendaraan dari berbagai perusahaan transportasi, logistik, pertambangan, perkebunan, manufaktur, dan sektor strategis lainnya di Indonesia dan telah menjangkau Malaysia, Singapura, Australia, hingga negara Timur Tengah melalui Saudi Arabia dan Qatar.

Penyelenggaraan kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat implementasi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 85 Tahun 2018 tentang Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU). Melalui partisipasinya dalam forum ini, TransTRACK berharap pemanfaatan teknologi keselamatan berbasis data dapat semakin luas diadopsi oleh pelaku industri transportasi sehingga mampu membantu menekan angka kecelakaan, meningkatkan keselamatan pengemudi, dan menciptakan ekosistem transportasi jalan yang lebih aman bagi masyarakat.

Tags
#Infrastruktur #Berita Properti #Transportasi #Kemenhub #Teknologi #Teknologi AI #TransTRACK