Jakarta, Properti Indonesia – Emiten properti PT Sentul City Tbk (BKSL) berencana menerbitkan saham baru melalui Penawaran Umum Terbatas V (PUT V) dalam rangka penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau right issue.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, dikutip Rabu (8/6), Sentul City akan menerbitkan sebanyak 100,62 miliar Saham Biasa Seri D atau 60 persen dari modal disetor setelah pelaksanaan right issue, dengan harga pelaksanaan Rp50 per saham sehingga seluruhnya berjumlah Rp5,03 triliun.
Pada aksi korporasi ini, setiap pemegang dua saham yang namanya tercatat di Daftar Pemegang Saham (DPS) BKSL pada 5 Juli 2022 mempunyai tiga HMETD. Setiap satu HMETD berhak untuk membeli satu saham baru yang ditawarkan dengan harga pelaksanaan yang sudah ditentukan, yang harus dibayar penuh saat mengajukan pemesanaan pelaksanaan HMETD.
“Jika saham-saham yang ditawarkan dalam PUT V ini tidak seluruhnya diambil atau dibeli oleh Pemegang HMETD, maka sisanya akan dialokasikan kepada Pemegang HMETD lainnya yang telah melakukan pemesanan lebih besar dari haknya,” tulis Sentul City dalam prospektus di Bursa Efek Indonesia, dikutip Rabu (8/6).
PT Sakti Generasi Perdana selaku pembeli siaga telah menyepakati mengambil bagian sisa saham yang tidak diambil oleh para pemegang saham maksimal 47,6 miliar lembar saham atau setara dengan 100 persen dari sisa saham. Perusahaan yang juga sebagai pemegang utama Sentul City, juga berencana untuk melaksanakan HMETD sebanyak 53 miliar saham atau 52,68 persen dari jumlah penawaran, dengan harga pelaksanaan Rp50 per saham atau sebesar Rp2,65 triliun.
Sentul City akan menggunakan sekitar 28 persen dana dari hasil right issue, untuk pembayaran utang perseroan dan anak usaha. Kemudian sebesar 65 persen dana digunakan untuk melakukan ekspansi dan pengembangan usaha melalui pembelian tambahan landbank baru.
“Penambahan landbank baru yang strategis dapat memberikan nilai tambah bagi perseroan, baik melalui akuisisi tanah secara langsung maupun melalui akuisisi atau penyertaan saham dalam perusahaan yang memiliki landbank yang potensial untuk bersinergi dengan pengembangan usaha perseroan. Sisanya akan digunakan untuk modal kerja dan kebutuhan operasional perseroan,” jelas Sentul City.