Bekasi, Properti Indonesia - Memasuki usia ke-16 tahun, kawasan township Summarecon Bekasi kian menegaskan posisinya sebagai pusat pertumbuhan metropolitan baru di wilayah timur Jakarta. Pengembangan yang awalnya bermula dari proyek hunian kini telah bertransformasi menjadi kawasan terpadu yang mengintegrasikan pusat gaya hidup, infrastruktur modern, dan fasilitas publik yang komprehensif.
Pertumbuhan kawasan ini ditandai dengan mulai beroperasinya Summarecon Mall Bekasi (SMB) Tahap 2 pada awal Februari 2026 lalu. Kehadiran fase kedua ini menambah keragaman penyewa (tenant) dari brand internasional maupun lokal, mulai dari kategori mode premium hingga pusat kebugaran.
Salah satu fitur utama dalam pengembangan terbaru ini adalah integrasi pusat belanja dengan fasilitas olahraga dan kesehatan bernama Wellground yang menempati area atap (rooftop). Di atas lahan seluas 17.587 meter persegi, fasilitas ini menyediakan beragam sarana seperti lapangan tenis, padel, basket, hingga kolam renang ukuran olimpiade. Konsep ini dirancang untuk mengakomodasi tren gaya hidup aktif masyarakat urban yang terus meningkat.
Executive Director Summarecon Bekasi, Magdalena Juliati, menjelaskan bahwa sejak awal fokus pengembangan kawasan ini adalah menciptakan ekosistem kehidupan yang utuh. Menurutnya, pihak pengembang tidak hanya membangun unit properti, tetapi juga membentuk lingkungan yang memungkinkan aktivitas warga berjalan efisien dalam satu kawasan.
“Fasilitas komersial yang dihadirkan kini semakin berorientasi pada pengembangan pengalaman dan gaya hidup. Hal ini menjadi wujud komitmen kami dalam menciptakan Summarecon Bekasi yang semakin metropolis,” ujar Magdalena dalam keterangan tertulisnya.
Dirinya menambahkan, kelengkapan kawasan saat ini didukung oleh berbagai fasilitas penunjang, mulai dari area kuliner La Spezia di Bekasi Central Business District (BCBD), institusi pendidikan dari tingkat dasar hingga universitas, rumah sakit, hingga perkantoran. Sejauh ini, Summarecon Bekasi telah membangun belasan klaster rumah tapak dan lebih dari 4.800 unit apartemen di empat menara.
Melengkapi portofolio produknya, pihak pengembang juga memperkenalkan klaster hunian ultra-mewah bertajuk Soultan Island. Hunian ini dirancang oleh arsitek internasional Thomas B. Elliot dengan pendekatan arsitektur yang mengutamakan privasi dan keselarasan dengan alam.
Lokasi kawasan yang berada di jantung Kota Bekasi ini didukung oleh aksesibilitas yang memadai, termasuk kedekatan dengan akses Tol Jakarta-Cikampek, Tol Becakayu, serta moda transportasi publik seperti KRL dan LRT Bekasi Barat. Ke depan, Summarecon Bekasi diproyeksikan terus berkembang sebagai hunian adaptif yang memungkinkan mobilitas warga, mulai dari bekerja hingga bersosialisasi secara terintegrasi.