Jakarta, Properti Indonesia – Pemerintah melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) resmi meluncurkan program ‘Gentengisasi‘ untuk menata kawasan padat penduduk di Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat. Inisiatif ini menjadi pijakan awal dalam membenahi kualitas rumah tidak layak huni, memperbaiki sanitasi, sekaligus memacu roda ekonomi warga lewat penguatan UMKM lokal.
Gentengisasi sendiri merupakan program atau gerakan nasional yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk mengganti atap rumah warga yang berbahan seng atau logam menjadi genteng, terutama tanah liat, secara massal.
Melansir informasi dari laman resmi Kementerian PKP pada Selasa (24/2), Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan Sri Haryati menyebutkan bahwa program ini menyasar 52 rumah sebagai langkah awal. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden agar masyarakat tidak lagi menggunakan atap seng yang kurang sehat untuk hunian jangka panjang.
Program ini juga melibatkan berbagai pihak untuk berkolaborasi, diantaranya; Kementerian PKP, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dunia perbankan, pelaku CSR, hingga Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta. “Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden agar masyarakat tidak lagi menggunakan atap seng yang kurang sehat untuk hunian jangka panjang,” ujarnya.
Ketua IAI Jakarta 2024–2027, Ar. Teguh Aryanto, menambahkan bahwa teknis pelaksanaan Gentengisasi ini melibatkan lebih dari 50 arsitek secara pro bono. Para arsitek bertugas memastikan bahwa pemasangan genteng baru tersebut selaras dengan perbaikan aspek sanitasi dan pencahayaan sehingga rumah-rumah di kawasan padat tersebut bisa naik kelas menjadi rumah sehat sesuai standar arsitektur nasional.
Meski fokus pada perbaikan atap, program Gentengisasi juga diharapkan juga dapat membawa dampak positif pada aspek lainnya. Karena itu, turut pula dilakukan penataan lorong kawasan dan pemberdayaan 23 unit rumah pelaku UMKM agar lingkungan sekitar lebih tertata. Skema pembiayaannya pun menarik, yakni mengandalkan dana CSR senilai sekitar Rp5 miliar, yang menunjukkan semangat gotong royong antara pemerintah dan sektor swasta.
Pelaksanaan fisik pergantian atap dan renovasi ini dijadwalkan mulai meluncur setelah Lebaran 2026. Dengan target penyelesaian pada periode Juni hingga Juli 2026, Menteng Tenggulun diharapkan menjadi percontohan atau pilot project bagi wilayah lain di Jakarta dalam menerapkan konsep hunian sehat melalui gerakan Gentengisasi yang masif.