Jakarta, Properti Indonesia – PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp193 miliar atau Rp4 per saham, setara dengan 14 persen dari Rp1,38 triliun laba bersih tahun 2021. Selain pembagian dividen, sisa laba bersih sebesar Rp1 miliar akan dialokasikan ke rekening cadangan dan diinvestasikan kembali oleh perseroan untuk memperkuat pertumbuhan pendapatan berulang dan ekspansi usaha.
Dilansir dari laman pakuwonjati.com, Rabu (6/7), Direktur Keuangan dan Corporate Secretary Pakuwon Jati, Minarto mengatakan, pada tahun 2021 perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp5,71 triliun atau meningkat 43,7 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp3,97 triliun. EBITDA perseroan sebesar Rp2,91 triliun atau naik 42,2 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp2,01 triliun. Serta laba bersih per saham (Earning Per Share/EPS) tumbuh 48,7 persen.
Kemudian pada 19 April 2021 perseroan juga menerbitkan obligasi sebesar USD 300 juta atau Rp4,49 triliun (kurs 14.989), dan obligasi tambahan pada 17 Mei 2021 sebesar USD 100 juta atau Rp1,49 triliun dengan bunga 4,87 persen per tahun dengan tenor 7 tahun yang digunakan untuk pelunasan Surat Utang 2024 sebesar USD 250 juta atau Rp3,74 triliun dan untuk keperluan korporasi umum perseroan.
Sementara itu, saat ini Pakuwon Jati tengah mengupayakan untuk menyelesaikan sejumlah proyek strategis. Sehingga perseroan mengalokasikan dana capex sebesar Rp2,8 triliun yang akan digunakan untuk membiayai sejumlah proyek di Yogyakarta, Solo, dan wilayah lainnya. Sedangkan sisanya sebesar Rp1,8 triliun akan digunakan untuk belanja tanah serta operasional aset yang akan dibeli perseroan. Perseroan juga telah menggunakan belanja modal untuk konstruksi Bekasi Pakuwon City Mall dan renovasi Yogyakarta-Solo sebesar Rp165 miliar.
Pada kuartal I 2022 Pakuwon Jati mencatat pendapatan sebesar Rp1,3 triliun, meningkat 17,1 persen dibandingkan kuartal I 2021. Kemudian EBITDA di kuartal I 2022 sebesar Rp732 miliar, meningkat 28,7 persen dibandingkan kuartal I 2021. Pada kuartal I 2022 perolehan marketing sales perseroan mencapai Rp380 miliar. Selain itu, perseroan telah melakukan penandatanganan perjanjian manajemen hotel Aloft Surabaya Kota Pakuwon dengan Marriott International.