Okupansi Apartemen Sewa di Jakarta Meningkat Sepanjang Kuartal III 2022

Okupansi Apartemen Sewa di Jakarta Meningkat Sepanjang Kuartal III 2022
Ilustrasi apartemen (rumah123.com)

Jakarta, Properti Indonesia – Apartemen sewa di Jakarta pada kuartal III 2022 tercatat meningkat pasokan kumulatifnya sebesar 0,3 persen secara kuartal per kuartal (QoQ) atau 6,0 persen secara tahunan (YoY) menjadi 173.320 unit. Konsultan properti Cushman & Wakefield Indonesia mencatat, pasokan baru ini sebagian besar dari proyek kondominium sewa sebanyak 480 unit, sehingga total pasokan kondominium sewa ini menjadi 164.942 unit. 

Director Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo mengatakan, tidak ada pasokan baru dari proyek purposed-built dan service apartment pada kuartal ini. Namun, pasokan apartemen servis di masa mendatang diharapkan sebanyak 180 unit dari penyelesaian Oakwood Premier pada kuartal berikutnya.  

“Tingkat hunian rata-rata apartemen sewa naik 2,3 persen (QoQ) atau 7,0 persen (YoY) menjadi 52,1 persen seiring dengan perjalanan bisnis yang berlanjut, dan sebagian besar kantor telah menerapkan 100 persen work from office,” ujar Arief.

Stabilnya permintaan short stay dan short business travel, subsektor apartemen servis mengalami tingkat hunian yang stabil sebesar 62,1 persen, tingkat tertinggi di antara subsektor apartemen sewa. Seiring dengan permintaan baru dari ekspatriat mulai kembali, apartemen sewa mengalami peningkatan okupansi sebesar 1,6 persen (QoQ) atau 0,4 persen (YoY) menjadi 55,6 persen. Tren serupa juga terjadi pada subsektor kondominium sewa, dengan tingkat hunian meningkat 2,4 persen (QoQ) atau 6,8 persen (YoY) menjadi 51,7 persen pada akhir kuartal III 2022.

“Dengan proyek-proyek yang mulai menerima permintaan untuk pindah pada kuartal berikutnya, prospek keseluruhan pasar apartemen sewa diperkirakan membaik seiring dengan pemulihan kegiatan ekonomi secara bertahap,” imbuh Arief.

Terlepas dari tantangan ekonomi seperti kenaikan tingkat inflasi dan suku bunga bank sentral, rata-rata arif sewa apartemen sewa ini tidak banyak terpengaruh karena pemilik tanah lebih fokus pada keseimbangan penawaran dan permintaan dan meningkatkan tingkat hunian. Dengan tarif sewa hanya sedikit disesuaikan sebesar 0,2 persen (QoQ) atau 2,2 persen (YoY) yakni Rp250.591 per meter persegi per bulan.

Diskon tarif sewa yang tergantung negosiasi tetap ada di sebagian besar proyek apartemen sewa, terutama untuk tamu yang menginap lama. Tarif sewa apartemen purposed-built dan service apartment masih relatif stabil  dengan masing-masing harga di Rp216.798 dan Rp380.282. Sementara rata-rata tarif sewa subsektor kondominium sewa sedikit meningkat sebesar 1,3 persen QoQ dan 10,9 persen YoY menjadi Rp154.693 per meter persegi per bulan.

 

Tags
#hunian #Apartment #apartemen #Berita Properti #properti #Jakarta #cushman & wakefield