Jakarta, Properti Indonesia – PT Matahari Putra Prima Tbk (MMPA) mencatatkan kerugian sebesar Rp91,50 miliar atau turun sebanyak 58,26% dibanding kuartal II-2021 sebesar Rp219,25 miliar.
Dalam laporan keuangan kuartal II-2021 yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, Kamis (24/9), penjualan bersih entitas usaha Grup Lippo ini tercatat sebesar Rp3,54 triliun atau turun 3,42% dibanding periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp3,67 triliun dengan rugi per saham dasar Rp12.
Perseroan juga mencatat penurunan beban pokok penjualan pada kuartal II-2021 menjadi Rp2,91 triliun dari periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp2,94 triliun. Beban penjualan turun menjadi Rp114,47 miliar dari sebelumnya Rp174,78 miliar, serta beban keuangan turun menjadi Rp129,87 miliar.
Liabilitas MPPA sebesar Rp3,91 triliun dan ekuitas sebesar Rp109,12 miliar serta total aset menurun menjadi Rp4,02 triliun dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp4,51 triliun.
MPPA sendiri untuk tahun ini telah menyiapkan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue, yang disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Para pemegang saham menyetujui rencana Perseroan untuk melakukan right issue dan melepas 1,175 miliar saham dengan nilai Rp50.