Intiland Development Mengalami Kerugian Rp98 Miliar di Tahun 2022

Intiland Development Mengalami Kerugian Rp98 Miliar di Tahun 2022
57 Promenade oleh PT Intiland Development Tbk (57promenade.com)

Jakarta, Properti Indonesia - Emiten properti PT Intiland Development Tbk (DILD) mengalami kerugian sebesar Rp98,84 miliar sepanjang tahun 2022, atau menurun hingga 852 persen dari laba di tahun 2021 sebesar Rp13,13 miliar. Meski begitu, penjualan dan pendapatan usaha perseroan mencatat kenaikan 19 persen dari tahun 2021 sebesar Rp2,62 triliun menjadi Rp3,14 triliun pada 2022.  

Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (31/3), beban pokok penjualan dan pendapatan usaha tercatat sebesar Rp1,87 triliun atau naik 16 persen dari periode yang sama tahun 2021 sebesar Rp1,60 triliun. Sementara laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada non pengendali sebesar Rp290,81 miliar. 

Segmen mixed-use dan high-rise menjadi kontributor utama pendapatan Intiland. Di antaranya seperti Aeropolis, 57 Promenade, Graha Golf, Spazio Tower, 1Park Avenue, Regatta dan Praxis. Untuk segmen rumah tapak berasal dari penyerahan unit rumh di Talaga Bestari, Graha Natura, Serenia Hills, Magnolia Residence, South Grove, Pinang Residence dan Tierra. Serta pendapatan dari kawasan industri berasal dari penjualan kavling industrii di Batang Industrial Park dan Aeropolis Technopark. 

Selanjutnya, beban penjualan tercatat Rp53,11 miliar, menurun dari sebelumnya Rp55 miliar. Beban umum dan administrasi menurun dari Rp305,91 miliar menjadi Rp252,20 miliar. Beban bunga dan keuangan Rp408 miliar atau meningkat dari Rp401,85 miliar. 

Pendapatan lainnya juga tercatat naik dari Rp4,99 miliar menjadi Rp15,43 miliar, beban lainnya naik dari Rp342,48 miliar menjadi Rp422,51 miliar. Jumlah laba sebelum pajak penghasilan tercatat sebesar Rp259,16 miliar atau naik 390 persen dari tahun 2021 yang sebesar Rp52,81 miliar. Beban pajak juga menurun dari Rp81,87 miliar menjadi Rp67,19 miliar. 

Total ekuitas tercatat sebesar Rp6,21 triliun atau naik dari tahun sebelumnya sebesar Rp6,04 triliun. Jumlah liabilitas menurun dari sebelumnya Rp10,41 triliun menjadi Rp10,13 triliun. Serta total aset menurun dari Rp16,46 triliun menjadi Rp16,35 triliun. 

Tags
#apartemen #Berita Properti #properti #perumahan #intiland development #kawasan industri #mixed use