Harga Rumah di Inggris Diprediksi Bakal Anjlok Hingga 15 Persen

Harga Rumah di Inggris Diprediksi Bakal Anjlok Hingga 15 Persen
UK real estate (Financial Times)

Jakarta, Properti Indonesia – Harga rumah di Inggris diprediksi anjlok hingga 15 persen jika negara tersebut melakukan pemangkasan pajak. Berdasarkan Credit Suisse (AMJL), harga rumah di Inggris dapat turun antara 10 persen hingga 15 persen selama 18 bulan ke depan, jika Bank of England (BoE) menaikkan suku bunga untuk menjaga inflasi agar tetap terkendali. 

 Dilansir dari laman CNN, Jumat (30/9), Credit Suisse mengatakan bahwa setelah semua kenaikan suku bunga, keterjangkauan utang hipotek memburuk ke tingkat yang sama dengan puncak sebelum krisis keuangan global. Pada minggu lalu, Menteri Keuangan Inggris, Kwasi Kwarteng telah mengumumkan pemotongan pajak terbesar dalam 50 tahun dan peningkatan besar dalam pinjaman pemerintah.

Hal tersebut mengakibatkan nilai tukar poundsterling jatuh ke level terendah terharap dolar AS, dan harga obligasi pemerintah Inggris jatuh. Sehingga beberapa analisis memperkirakan BoE akan menaikkan suku bunga menjadi 6 persen pada tahun depan, naik dari 2,25 persen di tahun ini. Ini juga berdampak pada sulitnya masyarakat untuk mendapatkan persetujuan hipotek dan bisa menunda pembelian. Akibatnya penurunan permintaan ini akan menyebabkan penurunan harga.

Capital Economics menyebutkan bahwa penurunan daya beli dapat membuat penurunan harga rumah yang signifikan. Tingkat bunga 6 persen akan mengurangi hipotek maksimum yang biasanya dimiliki pembeli pertama kali (first time buyer) dengan pendapatan tahunan USD 59 ribu. “Lonjakan nilai rumah di Inggris selama pandemi dan kenaikan suku bunga hipotek, berari kita menghadapi pukulan besar terhadap daya beli rumah tangga selama tahun 2022 hingga 2023,” ujar Direktur Eksekutif di Zoopla, penyedia real estat, Richard Donnell.

Tags
#hunian #rumah #Berita Properti #properti