Jakarta, Properti Indonesia - Kantor pusat Bank Indonesia (BI) di Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai dilakukan pembangunannya, ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Kamis (2/11) oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi langsung Gubernur BI Perry Warjiyo.
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, gedung pusat BI ini dibangun dengan mencerminkan peran, filosofi, dan nilai strategis BI serta memperhatikan aspek harmony in unity yang mencakup unsur ikonik dan futuristik, smart and green building serta tetap mempertimbangkan nilai lokal.
"Mencakup unsur ikonik and futuristik, smart and green building serta tetap mempertimbangkan nilai lokal (local values) sehingga selaras dengan konsep pembangunan IKN Nusantara yang menerapkan konsep smart forest city," ujar Perry dalam siaran langsung melalui YouTube Sekretariat Presiden, Kamis (2/11).
Pembangunan gedung dilakukan dalam tiga tahap dengan rincian Tahap I Tahun 2023-2024, Tahap II Tahun 2024-2027, dan Tahap III Tahun 2027-2031. Desain gedung juga dirancang dalam representasi Burung Garuda dengan tema Garuda Vitta Raksha Rupa, di mana Vitta memiliki arti kekayaan atau kesejahteraan dan Raksha berarti njaga.
"Sejalan dengan peran BI sebagai penjaga stabilitas makroekonomi untuk pertumbuhan yang berdaya tahan. Filosofi ini mewakili spirit transformasi BI dalam mengawal perekonomian nasional yang berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan bangsa Indonesia," jelasnya.
Menurutnya, gedung tersebut merupakan bagian dari investasi bukan hanya bagi Bank Indonesia, tetapi juga bagi nasional untuk menjaga perekonomian secara berkesinambungan.