Jakarta, Properti Indonesia – Gerai makanan cepat saji McDonald’s memutuskan untuk menjual semua gerai mereka di Rusia setelah beroperasi selama 30 tahun. Penutupan semua gerai ini akibat invasi yang dilakukan Rusia ke Ukraina. Sebelumnya, pada Maret 2022 lalu, McDonald’s sendiri telah menutup sebanyak 850 gerai tersebut hingga menyebabkan kerugian sebesar US$50 juta atau sekitar Rp730 miliar (kurs Rp14.600) per bulan.
Dilansir dari laman Reuters, Senin (16/5), McDonald’s akan mendapat sekitar US$1,2 miliar atau Rp17,5 triliun sampai US$1,4 miliar atau Rp20,4 triliun setelah meninggalkan Rusia. Adapun salah satu aset yang dijual McDonald’s adalah gerai Pushkin Square di Moskow.
Perusahaan McDonald’s mengatakan akan menjual restoran kepada investor lokal, namun akan tetap mempertahankan merek dagangnya. “Krisis kemanusiaan yang disebabkan oleh perang di Ukraina, dan lingkungan operasi yang tidak terduga membuat McDonald’s menyimpulkan bahwa kepemilikan bisnis di Rusia tidak bisa dipertahankan,” ujar manajemen McDonald’s.
Sementara itu, perusahaan juga memastikan sebanyak 62 ribu karyawan McDonald’s di Rusia akan dijamin dengan terus dibayar sampai proses transaksi selesai, dan karyawan akan memiliki pekerjaan di masa depan dengan pembeli yang potensial. Saat ini perusahaan tengah melakukan kepengurusan dokumen penjualan gerainya di Rusia dan dalam proses perpindahan tangan.