Jakarta, Properti Indonesia - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) mencatat laba bersih sepanjang semester I 2023 sebesar Rp1,474 triliun. Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (23/7), jumlah tersebut meningkat sekitar 0,23 persen dari periode yang sama tahun 2022 sebesar Rp1,470 triliun.
Peningkatan laba ini ditopang oleh pendapatan bunga sebesar Rp13,52 triliun di semester I 2023, meningkat 6,7 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp12,68 triliun. Meskipun beban bunga jadi meningkat sebesar Rp7,04 triliun dibandingkan semester I 2022 sebesar Rp4,94 triliun, sehingga pendapatan buna bersih BTN menyusut menjadi Rp6,48 triliun.
Kemudian total ekuitas tercatat sebesar Rp28,39 triliun atau naik dari Desember 2022 sebesar Rp25,91 triliun, sementara total liabilitas tercatat sebesar Rp372,15 triliun dibanding akhir tahun 2022 sebesar Rp376,24 triliun. Serta total aset juga tercatat mengalami penurunan dari Rp402,15 triliun pada akhir tahun 2022 menjadi Rp400,54 triliun di semester ini.
Sementara itu, penyaluran kredit dan pembiayaan BTN di semester I 2023 mencapai Rp308 triliun. Penyaluran kredit ini meningkat 7,52 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp286,15 triliun.
Penyaluran kredit perumahan yang telah disalurkan hingga akhir Juni 2023 mencapai Rp269,48 triliun. Dengan rincian KPR Subsidi di semester I 2023 mencapai Rp152,17 triliun, naik 10,86 persen dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp137,25 triliun. KPR Non Subsidi tercatat Rp90,83 triliun atau meningkat 6,49 persen dari periode yang sama tahun lalu Rp85,30 triliun.