Jakarta, Properti Indonesia – Konsultan properti Cushman & Wakefield merilis laporan Perbandingan Pasar Pusat Data dalam skala Global untuk tahun 2021, Senin (8/2). Dalam laporan tersebut, Sydney menjadi kota dengan pertumbuhan tertinggi di peringkat ketiga, sementara Singapura naik satu posisi ke peringkat kelima dibanding tahun sebelumnya. Adapun, Northern Virginia dan Chicago masing-masing berada di peringkat pertama dan kedua.
Todd Olson, APAC Data Center Advisory Group Leader mengatakan, Asia Pasifik terus memperlihatkan kinerja yang baik sebagai tujuan pasar pusat data dengan besarnya potensi pertumbuhan dan pesatnya perkembangan platform teknologi serta jaringan di wilayah tersebut. Hal ini tak terlepas dengan semakin berkembangnya e-commerce dan konektivitas berbasis cloud sebagai penggerak utama dalam bisnis. “Kami berharap pertumbuhan pasar pusat data akan terus meningkat di kawasan ini seiring menguatnya pasar sekunder dan bermunculannya pasar baru,” ujar Todd.
Cushman & Wakefield sendiri telah mengevaluasi 1.189 pusat data di seluruh dunia menggunakan metodologi unique weight untuk memberi peringkat pada 48 kota sehingga sampai pada kesimpulan pada peringkat Sepuluh Besar teratas.
Sementara itu, Dave Fanning, Executive Managing Director, Data Center Advisory Group Leader at Cushman & Wakefield menuturkan, pandemi 2020 secara tidak langsung turut mempercepat perubahan strategi IT di banyak perusahan dikarenakan mereka harus beralih dengan cepat ke teknologi penyimpanan data berbasis cloud.
"Tak heran, pembangunan pusat data tumbuh dengan cepat. Jika pada tahun lalu di seluruh lokasi pembangunan baru mencapai 1,6 GW maka pada tahun ini meningkat menjadi 2,9 GW," tutur Dave.
Dirinya juga menekankan, jika pasar sekunder menjadi sesuatu yang penting terutama di kawasan Eropa dan Asia yang semakin diminati karena beban kerja jaringan semakin merata. "Terlebih lokal sekunder ini sering memberikan margin yang lebih besar bagi operator pusat data, dan beberapa akan terus berkembang menjadi pasar primer di masa mendatang. Khususnya di Asia Pasifik, seperti Chennai dan Kuala Lumpur karena mulai diminati oleh operator dan hypercalers," jelas Dave.
Meningkat drastis
Sydney sebagai pasar berkembang dan pasar alternatif dalam peringkat tahun lalu, naik secara drastis ke posisi ketiga, menutup satu tahun sejak dicanangkannya pembangunan utama dan transformasi berkelajutan infrastruktur IT oleh pemerintah Australia.
Meskipun Singapura dan Amsterdam sama-sama telah menerbitkan moratorium lokal untuk pembangunan pusat data, kedua kota ini masih menempati posisi sepuluh besar. Hal ini menjadi bukti kuatnya permintaan pasar yang ada, padatnya infrastruktur jaringan, dan rangkaian layanan yang tersedia.
Sementara untuk pasar baru yang diluncurkan tahun ini, Seoul mendapatkan nilai keseluruhan tertinggi sekaligus menandai debut untuk pasar pusat data yang lama kurang terperhatikan.
Meskipun dianggap sebagai pasar sekunder, Seoul memiliki kapasitas hampir 300 MW, pipeline yang dibangun dengan solid, dan tersedianya layanan cloud utama. Kota-kota dengan pasar yang lebih kecil seperti Zurich, Melbourne, dan Madrid juga terus berkembang. Hal ini menunjukkan tetap adanya pertumbuhan eksosistem di lokasi sekunder serta pusat data pendukung yang sudah lama seperti London, Tokyo, Frankfurt, Silicon Valley, dan Hong Kong.