Okupansi Hotel Jakarta Naik ke 61,4 Persen pada Q3 2026, ADR Tembus Rp1,58 Juta

Okupansi Hotel Jakarta Naik ke 61,4 Persen pada Q3 2026, ADR Tembus Rp1,58 Juta
Ilustrasi salah satu hotel di wilayahJakarta (Dok Properti Indonesia)

Jakarta, Properti Indonesia - Sektor perhotelan Jakarta menunjukkan pemulihan positif pada kuartal III 2026. Tingkat hunian (okupansi) dan tarif harian rata-rata (Average Daily Rate/ADR) sama-sama mencatat kenaikan. 

 Berdasarkan laporan Jakarta Property Market Insight Q3 2026 dari Leads Property Services Indonesia, total pasokan kamar hotel di Jakarta mencapai 57.801 kamar, bertambah 419 kamar menyusul pembukaan Pavilium Raden Saleh (139 kamar), Maxone Rota Wahid Hasyim (114 kamar), dan Marqen Hotel (166 kamar). Meskipun persaingan semakin ketat, keyakinan untuk menjalankan bisnis perhotelan tetap aktif.

Tingkat okupansi hotel mengalami rebound moderat, naik 5,6 poin persentase menjadi 61,4 persen secara kuartalan. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya acara-acara berskala besar, seperti konser musik internasional dan kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition).

BACA JUGA: Menilik Ruang Adaptif dan Desain Berkelanjutan di Jantung Citraland Driyorejo CBD

Dari sisi tarif, ADR hotel Jakarta menunjukkan pertumbuhan. ADR keseluruhan mencapai Rp 1,58 juta atau tumbuh 4,2 persen secara kuartalan. Segmen bintang 3 mengalami penyesuaian tarif paling signifikan karena melonjak 8,6 persen menjadi Rp551.720, sementara segmen bintang 4 dan bintang 5 masing-masing tumbuh 2,9 persen dan 3,3 persen, menjadi Rp670.098 dan Rp2,5 juta.

Kinerja positif ini tidak lepas dari meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara. Sepanjang paruh pertama 2026, kedatangan internasional tumbuh 8,9 persen secara tahunan. Tren ini berlanjut hingga Agustus. Pada dua bulan pertama kuartal ini, Jakarta mencatat total 621.119 pengunjung internasional, naik 8,1 persen secara tahunan. Tiga negara asal teratas adalah China (122.956 kunjungan), Malaysia (98.940), dan Singapura (38.796).

Leads Property menyebutkan bahwa target 16 juta kedatangan wisman pada 2026 tampak semakin dapat dicapai. Hal ini tak terlepas dari perjalanan bisnis serta leisure yang didorong konser musik internasional akan terus menjadi pendorong permintaan hotel, didukung oleh beberapa properti kelas atas yang dijadwalkan selesai dalam setahun ke depan, meskipun pertumbuhan harga sewa diperkirakan akan melandai. 

Tags
#Hotel #Bisnis Properti #Leads Property #Pasar Hotel Jakarta