Jakarta, Properti Indonesia - Masjid Al-Ikhlas Pantai Indah Kapuk (PIK) resmi dibuka pada Kamis, (15/1). Kehadiran masjid yang pembangunannya dimulai pada awal Maret 2025 lalu tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan fasilitas ibadah umat Islam di kawasan PIK yang terus berkembang seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas kawasan.
Masjid Al-Ikhlas PIK diresmikan oleh Menteri Agama RI Nasaruddin Umar. Nama “Al-Ikhlas”, yang berarti ketulusan dalam beribadah, diberikan langsung oleh Menteri Agama sebagai harapan agar masjid ini menjadi ruang ibadah yang menghadirkan ketenangan dan keberkahan bagi jamaah.
Peresmian turut dihadiri Founder and Chairman Agung Sedayu Group Sugianto Kusuma, Direktur Utama Agung Sedayu Group Letnan Jenderal TNI (Mar) (Purn.) Nono Sampono, serta jajaran manajemen Agung Sedayu Group dan Salim Group.
Pembangunan Masjid Al-Ikhlas PIK dimulai dengan peletakan batu pertama pada 7 Maret 2025. Dengan biaya konstruksi sekitar Rp45 miliar, masjid ini rampung dalam waktu kurang dari satu tahun dan diresmikan menjelang peringatan Isra Mi’raj.
Dalam rangkaian peresmian, panitia juga menggelar lomba azan. Pemenang utama lomba tersebut akan menjadi muazin tetap Masjid Al-Ikhlas PIK. Selain itu, dilakukan penyaluran bantuan sosial berupa 1.000 paket beras, yang secara simbolis diserahkan 10 paket pada acara peresmian.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan apresiasi kepada Agung Sedayu Group atas pembangunan masjid tersebut. Ia menilai kontribusi sektor swasta dalam pembangunan rumah ibadah dan fasilitas sosial memiliki peran penting dalam memperkuat kehidupan keagamaan masyarakat.
Masjid Al-Ikhlas PIK berdiri di atas lahan seluas sekitar 2.435 meter persegi dengan luas bangunan utama sekitar 1.248 meter persegi. Masjid ini mampu menampung sekitar 600 jamaah. Dari sisi arsitektur, masjid mengusung konsep Islamic Classical Architecture dengan kubah utama, dua menara, serta ornamen geometris dan arabesque.
Direktur Utama Agung Sedayu Group Nono Sampono mengatakan, pembangunan kawasan tidak hanya memerlukan infrastruktur dan kekuatan ekonomi, tetapi juga fondasi moral dan spiritual. Menurut dia, masjid diharapkan dapat menjadi ruang ibadah sekaligus pusat pembinaan umat dan penguatan kepedulian sosial.
Kehadiran Masjid Al-Ikhlas PIK melengkapi kawasan Riverwalk Island PIK yang sebelumnya telah memiliki rumah ibadah umat Buddha, Si Mian Fo. Ke depan, kawasan ini rencananya akan menampung rumah ibadah lainnya sebagai bagian dari upaya membangun harmoni dan toleransi antarumat beragama.Dengan diresmikannya Masjid Al-Ikhlas PIK, kawasan PIK diharapkan tidak hanya berkembang dari sisi ekonomi dan infrastruktur, tetapi juga tumbuh sebagai lingkungan yang mendukung kehidupan sosial dan spiritual masyarakat.