Incar Segmen Menengah Utama, TCP Internusa Luncurkan Hunian Berkonsep Resort di Serpong

Incar Segmen Menengah Utama, TCP Internusa Luncurkan Hunian Berkonsep Resort di Serpong
Art Impression desain rumah Tipe Wedelia di kawasan hunian Edenhaus Serpong, (Foto-foto: Edenhaus Serpong)

Serpong, Properti Indonesia - Pengembang properti TCP Internusa mulai memperluas penetrasi pasar hunian di koridor Tangerang Selatan dengan meluncurkan proyek perumahan baru dengan nilai investasi sebesar Rp240 miliar.  

Langkah ekspansi ini dilakukan guna merespons tingginya permintaan rumah tapak berkonsep resort di tengah kawasan perkotaan yang telah mandiri tersebut. Adapun, proyek hunian seluas 2,2 hektar bertajuk Edenhaus Serpong ini resmi diperkenalkan ke publik beserta pembukaan rumah contoh di Tangerang Selatan, Sabtu (22/8).

Vice President Director TCP Internusa, Suhartono Widjojo menuturkan, bahwa pengembangan proyek anyar ini mengadaptasi konsep dari portofolio perumahan kelas atas yang telah dikembangkan perusahaan sebelumnya di kawasan Jakarta Selatan yaitu Edenhaus Simatupang. Namun, kali ini pengembang menyesuaikan rentang harga jual agar lebih terjangkau oleh pasar yang lebih luas.

Caption: (Ki-Ka) General Manager Project Gunawan Hadiwijaya, Vice President Director Suhartono Widjojo, dan Sales & Marketing Manager Adi Wibowo saat meresmikan proyek melalui prosesi pengguntingan pita, Sabtu (22/8).

"Di Edenhaus Serpong, kami hanya membangun eksklusif sebanyak 113 unit rumah. Hal ini sebagai pembuktian bahwa kemewahan hunian bergaya resort dengan kualitas lingkungan premium bisa dinikmati oleh keluarga muda dengan price point yang sangat masuk akal," kata Suhartono usai prosesi pengguntingan pita rumah Edenhaus Serpong, Sabtu (22/8). 

Untuk tahap awal, unit rumah di kawasan hunian berkonsep boutique residence tersebut dipasarkan dengan kisaran harga perdana mulai dari Rp1,2 miliar hingga Rp2,2 miliar per unit. Batasan harga ini dinilai jauh lebih ekonomis dibandingkan proyek terdahulu yang berada di kisaran Rp6 miliar hingga Rp10 miliar.

"Yang menarik, dari aspek tata ruang dan lingkungan, porsi koefisien dasar bangunan (building coverage) di dalam kawasan hunian dibatasi hanya sebesar 44 persen. Sementara, sisanya didedikasikan untuk penataan ruang terbuka hijau yang menampung sekitar 151.468 tanaman dari 35 jenis spesies yang terbagi ke dalam lima taman tematik," jelas Suhartono.

Tak hanya itu, fasilitas pendukung di dalam area hijau tersebut nantinya mencakup area community house, kolam renang, ruang multiguna, musala, serta jalur lari (jogging track) sepanjang 1,5 kilometer yang dinaungi vegetasi pohon Tabebuia.

Suhartono menambahkan bahwa pengembang menawarkan empat varian tipe rumah kompak (compact house) berdimensi lebar 5 hingga 7 meter yang seluruhnya dirancang dengan fasilitas tiga kamar tidur. Sedangkan, konstruksi bangunan memanfaatkan kontur tanah perbukitan alami serta dikelilingi jaringan infrastruktur komersial kota mandiri yang sudah beroperasi.

"Kami menargetkan keseluruhan unit rumah di Edenhaus Serpong selesai dibangun dan diserahterimakan tepat waktu dalam kurun waktu 12 bulan," tutur Suhartono.

Sebagai informasi, TCP Internusa merupakan anak usaha dari entitas publik pengembang properti dan infrastruktur, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA). Rekam jejak korporasi mencakup pengembangan sejumlah kawasan perkantoran, perumahan, serta kawasan industri terpadu di beberapa wilayah Indonesi.

Tags
#hunian #rumah #Serpong #Edenhaus Serpong #Edenhaus Simatupang #TCP Internusa