Diterpa Isu Anak Krakatau, Okupansi Hotel di Anyer Justru Kokoh di Atas 90 Persen

Diterpa Isu Anak Krakatau, Okupansi Hotel di Anyer Justru Kokoh di Atas 90 Persen
VIlla Ubud Anyer, salah satu hospitality di kawasan wisata Anyer, Banten.

Serang, Properti Indonesia - Sektor pariwisata dan industri hospitality di kawasan pesisir Anyer-Cinangka, Kabupaten Serang, Banten, mencatatkan kinerja positif sepanjang musim libur sekolah pertengahan tahun ini. Meskipun sempat diterpa disinformasi di media sosial terkait aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, tingkat keterisian kamar (okupansi) sejumlah akomodasi di kawasan tersebut tetap bertahan kokoh hingga ada yang menyentuh angka di atas 90 persen pada akhir pekan.  

Berdasarkan data Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang, jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara yang memadati koridor pantai Anyer-Cinangka selama masa libur sekolah kali ini menembus angka 273.158 orang. Lonjakan arus kunjungan ini didominasi oleh segmen keluarga yang berasal dari wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

General Manager Nemuru Villa Ubud Anyer dan Nemuru Grand Anyer Palazo, Irma Adchany, mengonfirmasi bahwa tren reservasi di dua properti yang di bawahinya menunjukkan grafik yang sangat stabil sejak akhir Juni lalu. Menurut Irma, pasar liburan keluarga kali ini menjadi oase di tengah adanya efisiensi anggaran korporat dan pemerintahan pada sektor city hotel.

"Untuk Nemuru Villa Ubud, okupansi pada hari kerja (weekdays) berada di angka 60 sampai 70 persen, sedangkan pada akhir pekan (weekend) tingkat keterisiannya konsisten penuh mencapai 90 hingga 100 persen," ujar Irma saat ditemui di Anyer, Kamis (9/7/2026).

Irma menambahkan, pertumbuhan serupa juga dialami oleh Nemuru Grand Anyer Palazo yang berkonsep townhouse. Manajemen hospitality yang merupakan bagian dari Gapura Prima Group ini mencatat tingkat hunian yang terus merangkak naik. Saat ini, keterisian kamar di Grand Anyer Palazo rata-rata berkisar di angka 50 persen pada hari kerja dan melonjak hingga di atas 90 persen saat akhir pekan.

GM Nemuru Villa Ubud Anyer dan Nemuru Grand Anyer Palazo, Irma Adchany

Redam Dampak Hoaks Medsos

Kendati mencatatkan pertumbuhan yang solid, pelaku usaha tidak memungkiri adanya tantangan komunikasi publik. Naik turunnya kabar di media sosial mengenai peningkatan status Gunung Anak Krakatau ke Level III (Siaga) oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) sempat memicu kekhawatiran minor bagi calon wisatawan.

Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Serang mencatat, peredaran video-video lama yang disebar ulang dengan narasi hoaks sempat memicu penurunan tingkat hunian sekitar 10 persen di beberapa hotel di Anyer pada awal bulan ini.

"Isu (Anak Krakatau) itu memang seperti selalu naik di media sosial, bahkan indikasinya ada pergerakan dari akun-akun tertentu. Namun, kunci utamanya adalah membangun rasa percaya melalui komunikasi yang akurat kepada para tamu," kata wanita yang telah berkecimpung lebih dari 10 tahun di industri hospitality ini.

Menurut Irma, pihak perhotelan secara aktif mengedukasi wisatawan mengenai fakta geografis lapangan. Jarak aman atau radius bahaya yang ditetapkan oleh pihak otoritas sebenarnya hanya berada pada radius 3 kilometer dari pusat kawah di tengah laut. Sementara itu, bentangan pantai wisata di sepanjang Anyer dan Cinangka terletak pada jarak yang sangat aman, yakni sekitar 60 hingga 70 kilometer dari lokasi gunung api tersebut.

Karena itu, guna memastikan rasa aman yang absolut, manajemen hotel juga bersinergi dengan instansi terkait di pemerintahan daerah, termasuk memantau pembaruan berkala dari Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) terkait kondisi pasang-surut air laut."Kami selalu mengedukasi para staf untuk memberikan informasi yang menenangkan dan berbasis data riil. Pemerintah juga sudah memasang sistem deteksi tsunami dini dan menara peringatan yang berfungsi dengan sangat baik, sehingga mitigasi saat ini jauh lebih matang," pungkas Irma.

Strategi Distribusi Digital

Irma menuturkan, untuk meminimalisir dampak fluktuasi pasar akibat isu eksternal, manajemen Nemuru juga mengoptimalkan kanal penjualan langsung secara digital. Strategi ini termasuk memangkas ketergantungan penuh pada platform pihak ketiga dan memperkuat interaksi langsung dengan konsumen.

"Kami sebelumnya juga telah meluncurkan terobosan lewat Aplikasi Nemuru dan situs web resmi sebagai instrumen distribusi langsung. Dua properti Anyer ini menjadi proyek percontohan yang mencatatkan kontribusi transaksi mandiri tertinggi di seluruh jaringan Nemuru Group karena promonya lebih menarik dan menjamin kepastian ketersediaan kamar," kata Irma.

Melalui ekosistem digital tersebut, pihak hotel tidak hanya menyediakan pemesanan kamar, melainkan juga mengintegrasikan paket wisata rekreasi olahraga air (water sport) lokal seperti banana boat, jet ski, dan parasailing.

"Semua aktivitas luar ruang tersebut kami koordinasikan ketat setiap hari dengan Balawista dan warga sekitar. Jika air laut sedang pasang, kami arahkan tamu untuk menunda aktivitas demi keselamatan. Kerja sama berlapis dengan perangkat lokal ini terbukti efektif mempertahankan loyalitas tamu, bahkan tidak sedikit dari keluarga yang memilih memperpanjang masa menginap (extend) setelah merasakan kenyamanan di lapangan," tutup Irma. 

Tags
#Pariwisata #anyer #villa ubud anyer #destinasi wisata #Gapura Prima Group