Belum Terlambat Bagi Generasi Milenial untuk Mencicil Rumah

Belum Terlambat Bagi Generasi Milenial untuk Mencicil Rumah
Perumahan Modernland Cilejit, Tangerang. Salah satu kawasan hunian yang menyasar generasi milenial sebagai pasar utamanya. (dok MDLN)

Jakarta, Properti Indonesia - Beberapa minggu terakhir, Bondan Permana, 31 tahun, punya kebiasaan baru saat berselancar di dunia maya. Jika sebelumnya ia lebih memilih berlama-lama pada situs marketplace untuk berbelanja berbagai keperluan pribadi, maka kini karyawan swasta di Bogor tersebut lebih sering berkunjung ke website penjualan rumah atau pameran properti yang digelar secara virtual untuk berburu hunian impian.

Terakhir, Bondan cukup aktif untuk mengunjungi pameran KPR BTN Virtual Expo yang digelar dari tanggal 14 Desember 2020 sampai dengan 14 Januari 2021 lalu melalui ipex.btnproperti.co.id. Dalam pameran virtual yang melibatkan 75 pengembang dengan ratusan proyek perumahan tersebut, dirinya merasa menemukan rumah idaman yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan finansialnya.

”Awalnya, hanya ingin melakukan survei saja dan kalau cocok rencana sih mau membeli. Namun, setelah berkunjung ke website IPEX, rupanya seru. Selain bisa melihat langsung unit rumah yang dipamerkan, pengunjung juga bisa mengikuti talkshow, webinar dan berinteraksi langsung dengan developer,” ujarnya optimis.

Bondan adalah potret absurd generasi milenial di Indonesia yang saat ini masih belum memiliki rumah. Meski telah memiliki penghasilan, faktanya banyak dari mereka yang belum menjadikan rumah sebagai prioritas untuk dibeli. Sebagian besar penghasilan biasanya lebih banyak digunakan untuk traveling maupun membeli gadget.

Namun, pandemi Covid-19 yang berdampak pada terbatasnya mobilitas masyarakat membuat pola pikir (mindset) generasi milenial berubah. Mereka yang awalnya cuek, kini justru berlomba-lomba untuk menginvestasikan penghasilannya untuk berburu rumah maupun apartemen. Dan, Bondan, adalah satu diantaranya.

Plt. Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN), Nixon Napitupulu menyebutkan, dalam dua kali pameran perumahan yang digelar pihaknya sepanjang tahun 2020 sampai dengan awal 2021 lalu setidaknya telah dikunjungi lebih dari 2 juta pengunjung. Jumlah tersebut, menurutnya melebihi kunjungan pameran fisik. Bahkan, pengunjungnya tak hanya berasal dari Jabodetabek. Melainkan dari seluruh penjuru nusantara, terutama di luar pulau jawa. Bank BTN sendiri dikenal cukup aktif untuk menggelar pameran properti bertajuk Indonesia Properti Expo (IPEX) dalam beberapa tahun terakhir.

Belum terlambat untuk mencicil rumah

Dalam struktur demografi dikenal dua karakteristik antar generasi yang cukup mendominasi. Generasi milenial yang juga dikenal sebagai Generasi Y adalah kelompok yang lahir tahun 1980 hingga 2000. Itu berarti kaum milenial saat ini berumur sekitar 21 tahun hingga 41 tahun.

Generasi ini disebut sebagai generasi milenial karena sudah mengenal teknologi seperti komputer, video games, smartphone, email, instant messaging dan media sosial hingga suka main game online. Sementara, mereka yang lahir dalam rentang tahun 1995 sampai dengan tahun 2010 disebut dengan Generasi Z yang juga disebut iGeneration, Generasi Net atau Generasi Internet.

Menurut data yang pernah dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Dunia (World Bank), sekitar 30% penduduk di Jakarta saat ini diisi oleh kaum milenial atau sekitar 3 juta orang. Dalam rinciannya, sebanyak 34% kaum milenial memiliki penghasilan sebanyak Rp4 sampai dengan Rp7 juta per bulan dan 46% penghasilannya di bawah Rp4 juta per bulan. Sisanya 6%, memiliki penghasilan di atas Rp12 juta per bulan dan 14% kaum milenial berpenghasilan Rp7 juta - Rp12 juta per bulan. Riset ini hampir senada dengan yang pernah dilakukan portal Karir.com. Disebutkan, jika pendapatan rata-rata generasi milenial saat ini sebesar Rp6.07 juta per bulan.

Tak heran, banyak survei mengatakan jika beberapa tahun mendatang, hampir sebagian besar generasi milenial tidak memiliki tempat tinggal dan hanya 5% kaum milenial saja yang sanggup membeli rumah. Hal ini tak lepas dari kenaikan harga rumah yang jauh lebih besar dibanding kenaikan pendapatan per tahun, sementara penghasilan mereka masih biasa-biasa saja bahkan cenderung rendah.

Data Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bahkan menyebut ada sekitar 81 juta orang di segmen generasi millenial yang belum memiliki rumah. Angka tersebut setara 31% dari jumlah populasi di Indonesia.

Survei ini bisa jadi memang benar, sebab, untuk dapat mencicil rumah di Jakarta dan kawasan sekitarnya dengan harga termurah Rp300 juta, dibutuhkan pendapatan minimal Rp7,5 juta per bulan. Dengan penghasilan tersebut, maka kemampuan generasi milenial untuk mencicil rumah sesuai dengan batas yang dianjurkan yaitu maksimal 30% dari gaji per bulan adalah Rp2,5 juta. Artinya hanya bisa membeli rumah dengan rentang harga Rp250 juta – Rp300 jutaan. Sulitnya generasi milenial untuk memiliki rumah juga tak lepas dari terus meningkatnya harga hunian setiap tahunnya yang mencapai 20%, sedangkan kenaikan pendapatan tidak sampai 20% dari tahun ke tahunnya.

Lantas, apakah kendala dalam mengumpulkan uang dan mencicil  hunian tersebut membuat generasi milenial harus mengubur mimpi-mimpi mereka untuk mendapatkan hunian ideal di masa depan? Bisa jadi tidak. Sebab, kondisi pesimistis ini sejak lama telah menjadi perhatian sejumlah pihak, khususnya perbankan di tanah air untuk memberi kemudahan bagi anak muda sehingga dapat membeli rumah idaman mereka. Perhatian ini misalnya saja dalam bentuk kemudahan program system bayar dengan uang muka ringan dan tenor yang lebih panjang.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) adalah satu diantara bank yang cukup konsen untuk menggarap pasar milenial, salah satunya dengan meluncurkan KPR Gaess. Produk ini sudah dirilis sejak Oktober 2018 lalu dan diluncurkan kembali di awal Januari 2020 lalu. KPR Gaess menyasar kaum millenial berusia 21-35 tahun. Untuk KPR bagi kalangan muda ini, Bank BTN menawarkan uang muka mulai dari 1%, bebas biaya admin, suku bunga single digit, diskon provisi 50%, dan tenor hingga 30 tahun. 

Executive Vice President Nonsubsidized Mortgage & Consumer Lending Division (NSLD) Bank BTN Suryanti Agustinar menuturkan, program KPR tersebut diramu sesuai dengan karakteristik kaum millenial yang menginginkan layanan mudah diakses dan cicilan terjangkau. "Selain itu, juga bisa dikemas dengan KPR Zerro yaitu hanya bayar bunga selama dua tahun," kata Suryanti.

Terobosan 2021

Selain berpameran, BTN juga gencar melakukan promo berupa kemudahan cara bayar. Memasuki awal tahun 2021, misalnya. Salah satu terobosan BTN adalah berkolaborasi dengan Geriya Selaras dan menggelar program “Hari Kasih Sayang With Geriya Selaras - BTN”.  Ini merupakan program yang memberikan kemudahan memiliki rumah di tengah pandemi Covid-19. Promo ini sejalan dengan misi BTN sebagai bank yang fokus di properti dan selalu ingin memberikan kemudahan untuk pembiayaan KPR dan KPA konsumennya.

Melalui promo ini, konsumen cukup membayar angsuran sebesar Rp1,4 juta per bulan dan selama 2 tahun hanya membayar bunga saja. Pada program yang berlaku untuk akad kredit sampai Maret 2021 ini, ada juga cashback tabungan sebesar Rp140 ribu + Rp100 ribu, discount provisi 50% dan discount admin 50%.

“BTN telah 44 tahun berkiprah di KPR, program “Hari Kasih Sayang With Geriya Selaras – BTN merupakan wujud dari upaya kami memberikan kemudahan kepada masyarakat sekaligus merealisasikan kredit KPR non subsidi tahun 2021 sebesar Rp 60 miliar,” ujar Suryanti Agustinar dalam keterangan tertulisnya.

Geriya Selaras merupakan proyek residensial yang berlokasi di Jalan Raya Ciampea, Bogor, Jawa Barat. Ada 4 tipe rumah yang dipasarkan di Geriya Selaras,  Type 29 Rp 308 juta dan Rp 343 juta, Tipe Type 36 Rp 360 juta dan Tipe 45 Rp 443 juta. “Perbankan dan develover optimis bahwa ditahun 2021 industri properti akan tumbuh menyusul program vaksinasi covid-19 yang digagas pemerintah. Program vaksinasi ini pada akhirnya akan mendongkrak daya beli masyarakat,” jelas Yanti.

Kinerja cemerlang

Sepanjang tahun 2020, BTN sendiri telah menunjukkan kinerja cemerlang. Di tengah tekanan pandemi, Bank BTN sukses meraih laba bersih Rp 1,60 triliun. Laba tersebut melonjak tinggi dari posisi Rp209 miliar di periode yang sama tahun 2019. Laba bersih Perseroan ditopang pendapatan bunga sebesar Rp 25,16 triliun pada kuartal IV/2020.

Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi dengan pertumbuhan sebesar 8,63% yoy menjadi Rp 120,72 triliun per kuartal IV/2020 merupakan penopang utama pertumbuhan kredit di BTN. Di segmen kredit non perumahan, BTN telah menyalurkan kredit senilai Rp25,32 triliun. Kinerja penyaluran ini ditopang oleh kredit korporasi dan kredit konsumer yang naik masing-masing sebesar 77,81% dan 4,55% menjadi Rp11,94 triliun dan Rp5,11 triliun per 31 Desember 2020. Dengan total penyaluran tersebut, kredit Bank BTN tercatat mencapai Rp260,11 triliun atau naik 1,68% yoy pada kuartal IV/2020 dari Rp255,82 triliun di kuartal IV/2019.

Plt. Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan, lompatan laba bersih tersebut setidaknya ditopang oleh lima strategi utama perseroan yang digelar sepanjang 2020, antara lain memaksimalkan penerapan good corporate governance (GCG), sentralisasi proses bisnis,  penguatan permodalan dan pendanaan. Selain itu, perseroan juga akan meningkatkan kualitas kredit dan menggenjot efisiensi. “Dengan strategi tersebut membuktikan kami tidak hanya bisa memperbaiki kinerja bisnis tapi juga bertahan di tengah tekanan akibat pandemi,” jelas Nixon.

Sebagai informasi, selama 71 tahun berdiri, Bank BTN sendiri tercatat telah merealisasikan kredit lebih dari Rp 640 triliun, baik untuk masyarakat berpenghasilan rendah maupun generasi milenial masa kini. BTN juga mampu bertahan di posisi ke lima sebagai bank terbesar di Indonesia dari sisi aset. Tercatat, BTN telah menguasai pangsa pasar KPR subsidi di Indonesia lebih dari 90 persen (data per Desember 2019).

Sementara, untuk KPR secara nasional BTN menguasai lebih dari 40 persen (data per September 2019). Hal ini sejalan dengan visi dan misinya menjadi The Best Mortgage Bank in South East Asia 2025. Untuk mencapai target tersebut, BTN berupaya mengharmonisasikan langkah dan strategi, melipatgandakan perolehan dana murah, membuat akses pemilikan rumah kian mudah, dan membangun one stop financial solution untuk konsumen dan bisnis terkait perumahan.**

 

catatan redaksi : artikel ini telah mengalami revisi dan penyesuaian data pada tanggal 16/02/2021

 

Tags
#rumah #Kota Mandiri #Berita Properti #KPR #BTN #suku bunga kpr 2021 #bunga kpr btn 2021