Sektor Perumahan Sumbang 80 Persen Emisi Karbon

Sektor Perumahan Sumbang 80 Persen Emisi Karbon
Perumahan (Dok. Kementerian PUPR)

Jakarta, Properti Indonesia – Sektor perumahan disebut telah mengeluarkan sekitar 80 persen lebih tinggi emisi karbon daripada bangunan komersil. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Green Building Council Indonesia, Iwan Prijanto dalam seminar Sustainable Finance for Net Zero Green Building, Selasa (30/8) kemarin.

“Pertanyaan paling fundamental adalah bagaimana kita menciptakan banyak perumahan, tapi sangat murah bagi masyarakat, perumahan ramah lingkungan dan mengeluarkan emisi sedikit demi mencapai lingkungan yang baik,” ujar Iwan. 

Sementara itu, Direktur Konservasi Energi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Luh Nyoman Puspa Dewi mengatakan, konsep bangunan hijau yang mengedepankan aspek lingkungan dan efisiensi energi juga turut andil dalam menurunkan emisi karbon, terutama dari sektor konstruksi. Hal ini dikarenakan bangunan menyumbang emisi buang hingga 11 persen dari pembangunan materi yang diproyeksikan mencapai 20.000 ton karbondioksida.

Sebagai upaya menurunkan emisi, pemerintah mendorong pihak swasta untuk mengelola emisi. “Pemerintah mendorong pihak-pihak terkait agar memperhatikan pembangunan yang efisien dan menggunakan energi terbarukan,” imbuh Puspa.

Implementasi bangunan hijau merupakan langkah strategis untuk mengurangi emisi dan mencapai target netralitas karbon di Indonesia. Konsep bangunan hijau dapat menurunkan konsumsi listrik dan menggantikannya dengan sumber energi lain yang sejalan dengan regulasi pemerintah terkait efisiensi energi.

Tags
#hunian #rumah #Berita Properti #perumahan #bangunan