Jakarta, Properti Indonesia - Ketersediaan lahan industri masih konsisten, terutama di wilayah timur seperti Karawang hingga Purwakarta serta Subang. Sementara ke arah barat, pembangunan area industri terjadi di wilayah Serang. Hal tersebut dipacu oleh ekspansi dua pelabuhan, yaitu Pelabuhan Bojonegara di Serang dan Pelabuhan Patimban di Subang.
Colliers Indonesia Head of Research Ferry Salanto mengatakan bahwa wilayah timur Jakarta terus berperan sebagai pusat untuk industri dengan teknologi tinggi, otomotif dan industri ramah lingkungan. Namun, tingginya permintaan akan lahan di daerah tersebut telah menyebabkan kelangkaan lahan, terutama di Bekasi.
"Akibatnya, pertumbuhan industri beralih ke arah Karawang. Adanya pengembangan infrastruktur seperti jalan tol, bandara, dan pelabuhan juga turut mendorong pengembangan lebih lanjut ke arah timur, seperti Purwakarta dan Subang," ujar Ferry dalam siaran pers, Kamis (23/11).
Saat ini, area dengan ketersediaan lahan industri baru paling sedikit berada di Bogor. Hal ini berkontribusi pada penentuan harga yang lebih tinggi secara signifikan dibandingkan dengan area lain.
"Bogor saat ini memang tidak dirancang sebagai pusat kegiatan industri. Sebaliknya, wilayah selatan BoDeTaBek bergeser lebih jauh ke arah selatan menuju Sukabumi, di sekitaran lokasi Kawasan Industri Cikembar," jelas Ferry.
Bekasi yang merupakan area industri paling diminati, memiliki persediaan lahan yang sangat terbatas, tidak hanya karena kelangkaan bahan baku utama, yaitu tanah, tetapi juga karena peningkatan nilai komersial akibat ekspansi area perumahan dan komersial.
Sementara di Karawang, Purwakarta dan Subang saat ini memiliki persediaan lahan yang cukup untuk kegiatan industri, pengembangan pusat industri di wilayah sekitar Semarang juga turut berkontribusi pada penyebaran pembangunan di wilayah tersebut.
"Melhat ke depan, kawasan industri yang sudah ada harus dapat beradaptasi dengan kebutuhan industri teknologi tinggi, yang memerlukan dukungan infrastruktur yang kokoh, termasuk pasokan energi yang memadai untuk memfasilitasi operasinya," katanya.
Sebagai informasi, kinerja penjualan lahan industri selama kuartal III 2023 telah melampaui kinerja dua kuartal sebelumnya. Menunjukkan bahwa sektor industri terus mempertahankan tren positif, terutama menjelang akhir tahun.
Colliers Indonesia mencatat, total penjualan lahan pada tahun ini baru mencapai 62,5 persen dari total penjualan tahun sebelumnya. Artinya, sisa waktu tiga bulan pada kuartal keempat akan sangat menentukan apakah penjualan lahan sepanjang tahun 2023 atau meningkat atau tidak dibandingkan tahun 2022.
Serang menyumbang sekitar 22,16 hektar terhadap total penjualan 59,56 hektar selama kuartal III. Disusul wilayah Karawang yang total terjual 21 hektar. Baik Serang maupun Karawang mencatatkan penjualan yang signifikan dibandingkan kuartal sebelumnya. Sementara di Bekasi mengalami penurunan penjualan sebesar 50 persen dibandingkan kuartal kedua 2023.
Penjualan lahan terbesar dicapai oleh dua kawasan industri yaitu Karawang International Industrial City (KIIC) dan Krakatau Industrial Estate Cilegon (KIEC) yang masing-masing menjual lahan seluas 18 hektar. Bagi KIIC, hal ini memantapkan posisinya sebagai sah satu zona favorit di Karawang untuk pusat data (data center). Di mana pusat data menjadi sektor utama dalam penggerak transaksi di kawasan industri.