Pendapatan Intiland Terkoreksi Menjadi Rp1,82 Triliun di Kuartal III 2021

Pendapatan Intiland Terkoreksi Menjadi Rp1,82 Triliun di Kuartal III 2021
Intiland tower (Intiland)

Jakarta, Properti Indonesia – Emiten PT Intiland Development Tbk (DILD) alami penurunan pendapatan selama kuartal III 2021. Berdasarkan laporan keuangan perseroan per 30 September 2021 di Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (21/11), pendapatan menurun sebesar 11,45 persen atau menjadi Rp1,82 triliun dibanding dari tahun sebelumnya sebesar Rp2,06 triliun.

Beban pokok penjualan dan beban langsung menurun menjadi Rp1,07 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,23 triliun. Kemudian laba bersih turun sebesar -295,8% atau rugi Rp77,2 miliar dibandingkan laba pada tahun 2020 sebesar Rp39,5 miliar.

Penjualan pada segmen high rise building perseroan juga menurun 52,82 persen menjadi Rp467,15 miliar dari sebelumnya Rp990,25 miliar. Namun, segmen perumahan mengalami kenaikan 15,12 persen menjadi Rp379,22 miliar dari sebelumnya Rp329,40 miliar.

Kemudian penjualan pada kawasan industri mendapatkan pemasukan senilai Rp275,88 miliar. sehingga total penjualan dari beberapa segmen yakni Rp1,12 triliun.

Pendapatan usaha perseroan meningkat 10,93 persen secara tahunan mencapai Rp485,4 miliar dari Rp437,6 miliar. Pada pendapatan usaha fasilitas naik 4,96 persen (year on year) mencapai Rp231,8 miliar dari Rp220,8 miliar, usaha perkantoran naik 17,99 persen (yoy) sebesar Rp187 miliar dari Rp158,5 miliar. Selain itu, pendapatan usaha kawasan industri meningkat 12,85% (yoy) sebesar Rp65,28 miliar dari Rp57,85 miliar. Sementara usaha lain-lain meningkat 257,37 persen (yoy) sebesar Rp1,3 miliar dari Rp366 juta.

Intiland mencatat pendapatan dalam proyek mixed-use dan proyek high rise berasal dari penjualan di Aeropolis, Rosebay, Graha Golf, 1Park Avenue, Spazio Tower, Praxis, dan Regatta. Pendapatan dari segmen hunian tapak berasal dari serah terima unit rumah di Graha Naura, Talaga Bestari, Magnolia, dan Graha Famili.

Pendapatan dari segmen kawasan industri berasal dari penjualan kavling lahan industri di Batang Industrial Park dan Ngoro Industrial Park. Serta pendapatan berulang dari usaha sewa berasal dari fasilitas olahraga, penyewaan ruang kantor, gerai, hingga bangunan pabrik di kawasan industri.

 

 

Tags
#Developer #Berita Properti #properti #intiland development