Jakarta, Properti Indonesia - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan mengalokasikan anggaran pembiayaan perumahan senilai Rp13,72 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun 166 ribu unit rumah subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan, Herry Trisaputra Zuna mengatakan bahwa biaya tersebut diperkirakan akan mengurangi 1,3 persen angka backlog kepemilikan rumah sebesar 12,71 juta rumah tangga.
"Pemerintah kembali mengalokaskan investasi program FLPP melalui BP Tapera sebesar Rp13,72 triliun. Alokasi ini akan digunakan untuk penyaluran FLPP pada 166.000 unit rumah yang diharapkan mampu memberikan kontribusi sebesar 1,3 persen terhadap backlog kepemilikan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah," ujar Herry dalam keterangannya, Kamis (28/12).
Sebagai informasi, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) juga telah melaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) dengan 31 bank penyalur dana FLPP tentang Penyaluran Dana FLPP melalui KPR Sejahtera bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Sebanyak 31 bank tersebut terdiri dari 17 bank konvensional dan 14 bank syariah.
“Realisasi penyaluran dana FLPP tahun 2023 tercapai sesuai target sebesar 229.000 unit dicapai lebih awal 13 hari dibandingkan dengan target FLPP pada tahun 2022 sebesar 226.000 unit. Pencapaian ini berkat kerja keras dari semua stakeholder, kenaikan harga tidak terlalu berpengaruh pada pencapaian target ini,” imbuh Komisioner Bp Tapera, Adi Setianto.
Lanjutnya, dari target 166 ribu unit tersebut, sesai arahan dari pemerintah berpotensi menuju ke 220 ribu unit. “Tahun ini kami sudah menyeleksi bank penyalur, karena yang belum menyalurkan di atas 100 unit tidak bisa bekerja sama tahun ini. Dan tahun depan jika kami temukan masih terdapat rumah yang belum siap huni saat akad, maka kami akan mengeluarkan sanksi bagi bank dan pengembang. Mekanisme pemutusan kerja sama dengan bank dan pengembang perumahan akan dilakukan secara bertahap,” jelas Adi.