Jakarta, Properti Indonesia – PT Hero Supermarket Tbk (HERO) membukukan pendapatan sebesar Rp3,66 triliun sepanjang semester I-2021. Pendapatan tersebut turun 26% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp4,95 triliun.
Beban pokok pendapatan juga menurun dari Rp3,67 triliun menjadi Rp2,64 triliun pada semester I-2021. Sehingga laba kotor ikut turun 20% menjadi Rp2,64 triliun dari periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp1,27 triliun.
Selain itu, Perseroan juga mencatat kenaikan beban usaha menjadi Rp1,72 triliun dari sebelumnya sebesar Rp1,53 triliun. Kemudian rugi periode berjalan sebesar Rp550,88 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp202,07 miliar. Perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp551 miliar pada semester pertama, dengan biaya non-recurring sebesar Rp537 miliar yang timbul akibat dari restrukturisasi bisnis Giant.
“Kinerja keuangan underlying bisnis ritel Groseri PT Hero pada semester pertama terus terkena dampak negatif dikarenakan pandemi maupun restrukturisasi yang telah diumumkan,” ujar Presiden Direktur PT Hero Supermarket Tbk Patrik Lindvall dalam keterangannya, dikutip dari Bursa Efek Indonesia, Jumat (30/7).
Adanya pembatasan sosial yang ketat, larangan perjalanan domestik dan penutupan atau pemberlakuan pembatasan perdagangan yang ketat di pusat perbelanjaan atau mal telah mengubah pola belanja pelanggan secara substansial dan mengurangi jumlah kunjungan pelanggan ke lokasi.
“Akibatnya, hal ini secara material mempengaruhi kinerja hypermarket sebagai destinasi belanja dalam format besar. Optimalisasi ruang usaha yang berkelanjutan juga mempengaruhi kinerja pertumbuhan penjualan,” imbuh Patrik.
Namun untuk penjualan Guardian Health & Beauty meningkat secara signifikan pada kuartal kedua dibandingkan kuartal pertama dikarenakan pola belanja pelanggan secara bertahap normal kembali.
Kemudian total penjualan IKEA juga tumbuh terutama karena pembukaan toko ketiga IKEA Indonesia di Bandung pada kuartal pertama. Pembatasan kapasitas operasional, kondisi perdagangan yang menantang akibat Covid-19, dan kendala pasokan berdampak pada ketersediaan produk dan penjualan like-for-like. Program ekspansi toko IKEA terus berjalan menuju pembukaan toko keempat IKEA di Jakarta Garden City diharapkan akan dibuka pada akhir tahun ini.
Menyusul pengumuman perubahan pendekatan strategis PT Hero, Perseroan bermaksud untuk mengubah beberapa toko Giant menjadi IKEA dan Hero Supermarket. Perseroan terus melakukan diskusi aktif dengan pihak ketiga sehubungan dengan divestas sejumlah toko dan properti yang dimiliki yang diharapkan transaksi tersebut dapat selesai pada kuartal ketiga.