Pameran Properti B2B2C Terbesar, MegaProperty Expo 2026 Segera Digelar di NICE PIK 2

Pameran Properti B2B2C Terbesar, MegaProperty Expo 2026 Segera Digelar di NICE PIK 2
Peluncuran MegaProperty Expo 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 4 hingga 7 Juni 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2. (Foto: Ist)

Jakarta, Properti Indonesia – Industri properti nasional bersiap memasuki babak baru. Panorama Media secara resmi meluncurkan MegaProperty Expo 2026, sebuah ajang pameran properti terintegrasi yang dirancang untuk menjadi sinergi B2B2C terbesar di Indonesia. Berkolaborasi dengan Synergy Developers Indonesia, pameran berskala internasional ini dijadwalkan berlangsung pada 4 hingga 7 Juni 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2. 

MegaProperty Expo 2026 hadir dengan konsep revolusioner yang digelar serentak bersama Megabuild Indonesia dan KERAMIKA Indonesia. Integrasi strategis ini menciptakan ekosistem One-Stop Solution yang menghubungkan seluruh rantai industri secara efisien, mulai dari produsen bahan bangunan dan desainer hingga pengembang dan investor. 

Melalui kolaborasi ini, penyelenggara juga menargetkan kehadiran sedikitnya 50.000 pengunjung yang akan membuka peluang interaksi bisnis dan jangkauan promosi yang jauh lebih luas bagi para peserta pameran.

Peluncuran ini dilakukan di tengah tren ekonomi positif, di mana pertumbuhan Indonesia diprediksi mencapai angka 4,9% hingga 5,7%. Sektor properti sendiri menunjukkan indikator pertumbuhan yang sangat menjanjikan, dengan prediksi kenaikan hingga 8% (yoy). 

Royanto Handaya, Presiden Direktur Panorama Media, menyatakan bahwa tahun 2026 merupakan titik balik krusial bagi pasar untuk beralih dari fase menunggu menjadi fase ekspansi dan realisasi investasi yang agresif. 

"Kami melihat 2026 sebagai momentum emas kebangkitan properti. Melalui konsep B2B2C di MegaProperty Expo, kami menghadirkan ekosistem terintegrasi yang menyatukan hunian impian dengan inovasi material dari Megabuild dan Keramika untuk mempercepat keputusan bisnis serta akselerasi penjualan," ujar Royanto dalam keterangannya, Jumat (6/2).

Optimisme ini juga didukung oleh daya minat beli masyarakat yang meningkat signifikan, terutama pada sektor rumah tapak dan apartemen berbasis TOD. Gairah pasar ini diperkuat oleh kebijakan stimulus pemerintah berupa PPN DTP 100% untuk hunian hingga Rp2 miliar berdasarkan PMK No. 90 Tahun 2025.

Sementara itu, Ismet Natakarmana selaku Founder Synergy Developers Indonesia menegaskan bahwa momen ini adalah saat yang tepat bagi para developer untuk meningkatkan brand presence dan mempercepat akselerasi penjualan melalui platform yang terintegrasi.

Menurutnya, keunggulan lain dari pameran ini terletak pada pemilihan lokasi di NICE PIK 2. Diketahui, sebagai venue MICE terbesar dan tercanggih di Indonesia, NICE memberikan nilai tambah strategis bagi kenyamanan pengunjung dan citra modern industri properti. Selain pameran utama, MegaProperty Expo 2026 juga akan dimeriahkan oleh rangkaian program eksklusif seperti Developer Conference, Property Awards, 1O1 Business Matching, hingga Designers Night yang dirancang untuk memaksimalkan potensi transaksi B2B dan B2C.

“Dukungan penuh dari asosiasi industri dan kehadiran sejumlah developer seperti Lavon Swancity, CINITY, Jababeka Tbk, dan South City menegaskan bahwa MegaProperty Expo 2026 bukan sekadar pameran biasa. Acara ini diproyeksikan menjadi motor penggerak utama yang akan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional melalui penguatan ekosistem properti yang lebih kompetitif dan inovatif,” pungkas Royanto.

Tags
#Berita Properti #MegaProperty Expo 2026 #Pameran Properti #NICE PIK 2 #MEGABUILD Indonesia 2026 #KERAMIKA Indonesia 2026 #Properti B2B2C