Jakarta, Properti Indonesia – Pandemi Covid-19 membuat banyak perusahaan ritel raksasa terpaksa harus mengurangi jumlah gerainya bahkan menutup operasional secara permanen. Langkah penutupan gerai ini karena perusahaan tidak sanggup menanggung biaya sewa, biaya operasional, hingga menggaji karyawan. Ditambah adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sehingga mengurangi daya beli masyarakat ke toko offline.
Meskipun saat ini PPKM telah dicabut, nyatanya tidak serta merta membuat performa bisnis ritel membaik, bahkan memilih tutup. Gerai ritel yang menutup operasional tersebut beragam, mulai dari bisnis fesyen, makanan, hingga non-makanan lainnya.
Properti Indonesia telah merangkum berbagai gerai ritel yang tercatat memilih gulung tikar sejak tahun 2021 hingga saat ini.
Giant
Giant merupakan ritel dengan format hypermarket yang dikelola oleh PT Hero Supermarket Tbk (HERO). Giant telah menutup seluruh gerainya di Indonesia pada Juli 2021 lalu, dengan penutupan secara bertahap hingga total yang ditutup sebanyak 119 gerai. Dilansir dari keterbukaan informasi, keputusan menutup seluruh gerai Giant untuk transformasi besar-besaran agar usaha HERO dapat bersaing dengan bisnis ritel makanan lainnya di Indonesia. Meskipun sudah ditutup, perseroan mengubahnya menjadi gerai IKEA dan Hero Supermarket.
Centro
Gerai ritel Centro Department Store di berbagai kota di Indonesai berhenti beroperasi setelah perusahaan pengelolanya, PT Tozy Sentosa dinyatakan pailit oleh Pengadilan Negeri Jakarta pada Mei 2021 lalu. Hal ini karena penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) ditolak oleh para pemasoknya.
ACE Hardware
PT Ace Hardware Tbk, perusahaan yang mengelola gerai pusat perlengkapan, kebutuhan rumah tangga dan gaya hidup ACE Hardware, telah menutup dua gerainya pada Desember 2021 karena masa sewa telah berakhir. Yaitu Ace Hardware di Pasaraya Blok M Jakarta dan di Marvel City Mall Surabaya. Meski begitu, perusahaan berencana untuk menambah 10-15 gerai baru di tahun ini.
Matahari
Matahari merupakan gerai ritel fesyen yang dikelola oleh PT Matahari Department Store Tbk (LPPF), emiten ritel milik Grup Lippo. Perusahaan menutup 13 gerai pada tahun 2021 , hal tersebut karena gerai-gerai tersebut tidak berperforma baik. Meski begitu, LPPF kembali ekspansi bisnis di tahun 2022 lalu dengan membuka dua gerai baru di Jakarta dan Gresik.
Kinokuniya
Toko buku Kinokuniya menutup gerainya pada April 2021 yang berlokasi di Plaza Senayan, Jakarta. Sebelumnya, Kinokuniya juga menutup gerainya di Pondok Indah Mall 2 sejak tahun 2018. Sehingga gerai yang masih beroperasi hingga sekarang hanya di Grand Indonesia, Jakarta.
Transmart
Perusahaan ritel PT Trans Retail Indonesia atau Transmart telah menutup tujuh gerai secara permanen dan dilakukan secara bertahap. Sebanyak tujuh dari 95 gerai Transmart di Indonesia ditutup permanen. Hal ini dilakukan untuk efisiensi, menghadapi perubahan pola belanja masyarakat akibat pandemi, serta memperkuat bisnis ritel. Enam diantaranya berlokasi di Jakarta dan satu gerai di Batam.