Jakarta, Properti Indonesia - Pengembang properti Vasanta Group tengah membangun Mawatu, kawasan destinasi wisata terpadu pertama di Labuan Bajo. Mawatu merupakan one stop Integrated Tourism Township tepat berada di tepian pantai di daerah Batu Cermin atau sekitar 10 menit dari Bandara Internasional Komodo.
Mawatu mengusung konsep The First Privately Managed Integrated Tourism Township yang akan menghadirkan 260 Commercial Village (Shophouses), Amphitheater, Beach Club, Luxury Hotel, Boutique Hotel, Jetty, Tribal Houe and Water Villas, Lagoon, Floating Restaurant dan Hutan Mangrove di kawasan seluas 20 hektar.
Sales & Marketing Director Mawatu, Helen Hamzah mengatakan bahwa respon investor dari kota-kota besar Indonesia antusias dalam menyambut Mawatu dengan harga jual mulai dari Rp1,6 miliar, Mawatu memberikan yeild recurring income lebih dari 8 persen per tahun.
"Kami telah mengadakan Road Show di beberapa kota besar di Indonesia seperti Surabaya, Bali, Bandung, Medan, Ruteng, Ende dan Kupang yang termasuk kota besar di Labuan Bajo. Respon dari beberapa investor kota-kota tersebut sangat baik. Mereka tertarik untuk membuka bisnis di bidang Food and Beverage, Bar, Café & Resto, Money Changer, Spa-Massage dan salon, Co-Working & Co-Living Space, juga Klinik Bersama, Apotik dan lainnya. Hal tersebut berdasarkan kebutuhan yang besar di Labuan Bajo saat ini,” ujar Helen dalam siaran pers, Kamis (13/4).
Mawatu telah menunjuk kontraktor utamanya yaitu PT China State Construction Overseas Development Shanghai dan saat ini sudah memulai pembangunan fase pertama yang akan rampung pada Desember 2023. Pembangunan di fase pertama ini terdiri dari Commercial Village dengan tipe Town Shop, Rock Shop, Tribal Shop, Beach Shop, Tropical Shop dan Streetbar.
Pembangunan Mawatu saat ini juga sudah melaksanakan cut and fill dan sedang proses pengerjan pondasi pancang, pondasi footplat, dan instalasi pekerjaan pipa ground water tank dan akan dilanjutkan dengan pembangunan secara bertahap dan serentak. Posisi deretan shop houses di Commercial Village Perdana ini, memiliki pemandangan ke lepas pantai dengan pulau-pulau berkontur bukit di kejauhan.
"Di area pembangunan fase pertama ini juga dibangun show unit yang akan menghadirkan inspirasi bisnis kawasan wisata berlatar belakang pantai Batu Cermin dan Pulau-pulau eksotis disekitarnya, serta merepresentasikan geliat ekonomi kreatif di masa yang akan datang. Selain sebagai destinasi wisata yang lengkap, Mawatu juga menempatkan dirinya akan menjadi lokasi pilihan, bagi tren start up kreatif dan digital nomad yang menggemari kehidupan di keindahan pantai," jelas Helen.