Begini Strategi Menjaring Konsumen Properti Milenial di Masa Pandemi

Begini Strategi Menjaring Konsumen Properti Milenial di Masa Pandemi
hunian (freepik.com)

Jakarta, Properti Indonesia – Harus diakui, kondisi pasar properti di Indonesia saat ini masih belum stabil akibat terdampak pandemi Covid-19. Hal tersebut pada akhirnya memaksa sejumlah perusahaan properti untuk mengubah strategi pemasaran yang mereka lakukan. 

Kekinian, salah satu yang paling banyak dilakukan adalah dengan mengubah sistem penjualan konvesional dan beralih ke digital marketing melalui sosial media. Dengan alasan, mayoritas pasar properti saat ini berasal dari end user atau kalangan muda (milenial).

Hal ini disampaikan Chairman Proviz Consultant Andy K. Natanael dalam paparan virtual bertajuk “Cara Tepat Pasarkan Properti”, Selasa (2/2) kemarin. “Cara mendekatkan diri kepada calon pembeli saat ini paling tepat menggunakan sosial media,” ujar Andy.

Menurut Andy, pendekatan sosial media tersebut dapat dibuat menjadi lebih kreatif, dinamis, dan menyentuh kebutuhan dari pembeli.  Andy berpendapat, pemasaran produk properti yang tepat harus melihat berbagai faktor, antara lain, demografi, usia calon pembeli, hingga KPR yang ditawarkan. Baru selanjutnya melakukan call in kepada calon pembeli untuk memastikan apakah tertarik pada produk yang ditawarkan.

“Kalau konsumen langsung melakukan walk in biasanya mereka baru 60% keinginannya. Tapi setelah dia call in kemudian walk in ke lokasi, keinginan di atas 80% dan sudah pasti tertarik mau beli,” jelasnya.

Sementara itu, Executive Director Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengatakan, pengembang sebaiknya harus mengenal perilaku konsumennya dengan baik, terlebih jika target yang dituju adalah untuk kalangan milenal.

“Buat (konsumen milenial) mereka ada gengsinya. Mereka juga tidak mau membeli yang terlalu kecil. Bagi milenial yang memiliki daya beli tentu tidak masalah, namun bagaimana dengan yang tidak, itu yang masalah,” kata Ali.

Ditambahkan Ali, pengembang properti saat ini dapat melakukan edukasi dan sosialisasi tentang properti melalui sosial media. Misalnya, terkait batas penghasilan dan biaya Down Payment (DP) yang diperlukan untuk membeli hunian.

"Digital marketing yang dilakukan pengembang memang bukan satu-satunya cara untuk bertransaksi. Melainkan hanya sebagai entry point untuk membentuk mindset, khususnya  para kalangan milenial," jelas Ali.

Tags
#hunian #Berita Properti #Investasi Properti #properti #Covid19 #Pandemi #milenial