Bank Indonesia: Permintaan KPR Diperkirakan Menurun

Bank Indonesia: Permintaan KPR Diperkirakan Menurun
Kawasan perumahan (Dok. Kementerian PUPR)

Jakarta, Properti Indonesia – Survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan Bank Indonesia bulan Oktober 2022, memproyeksi jika permintaan kredit pemilikan rumah (KPR) diperkirakan menurun selama tiga hingga enam bulan ke depan. 

 “Pada Oktober 2022, pengajuan terhadap Kredit Multi Guna (KMG) dan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) terindikasi menurun, sementara Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), kredit peralatan rumah tangga, dan kartu kredit terindikasi meningkat,” tulis keterangan dalam survei BI yang dirilis Senin (21/11).

Berdasarkan survei, pada tiga hingga enam bulan mendatang, kebutuhan terhadap pembiayaan KPR akan melemah. Tercatat pada September sebesar 10,2 persen dan Oktober 2022 menjadi 6,9 persen. Pada kuartal IV 2022 juga masih akan mengalami perlambatan untuk kredit konsumsi seperti KPR dan kredit konsumsi lainnya.

Sebelumnya, BI juga mencatat terjadi peningkatan harga properti residensial pada kuartal III 2022, dengan Indeks Harga Properti Residensial naik 1,94 persen secara tahunan. Kemudian, BI telah menaikkan kembali tingkat suku bunga acuan BI-7 Day Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 bps menjadi 5,25 persen. Kenaikan suku bunga ini diperkirakan mempengaruhi tingkat suku bunga KPR pada perbankan.

Namun, beberapa perbankan saat ini masih belum menaikkan suku bunga KPR. Seperti Bank BTN, dilansir dari laman resmi btn.co.id, Suku Bunga Dasar Kredit (SBDK) BTN sebesar 7,25 persen. Kemudian Bank BRI juga menetapkan SBDK per 31 Agustus 2022 sebesar 7,25 persen, serta SBDK Bank BNI sebesar 7,25 persen.

Tags
#hunian #rumah #Berita Properti #KPR #properti