Trend Orang-orang Kaya Rusia Borong Properti di Turki dan Uni Emirat Arab

Trend Orang-orang Kaya Rusia Borong Properti di Turki dan Uni Emirat Arab
Apartemen Balqis Residence di Palm Jumeirah, Dubai, Uni Emirat Arab (Sumber: reuters)

Jakarta, Properti Indonesia – Orang kaya di Rusia dikabarkan banyak yang menggelontorkan uangnya untuk membeli properti di Turki dan Uni Emirat Arab (UEA). Hal ini untuk mencari kembali finansial mereka setelah terjadinya invasi Moskow ke Ukraina yang membuat negara-negara Barat menjatuhkan saksi ke Rusia. 

“Kami menjual hingga delapan unit properti ke orang Rusia setiap hari. Mereka membeli secara tunai, dan membuka rekening bank di Turki atau membawa emas,” ujar Gul Gul, salah satu pendiri perusahaan properti Golden Sign di Istanbul, dilansir dari Reuters, Selasa (29/3).

Kemudian di Dubai, Thiago Caldas, CEO perusahaan properti Modern Living juga telah  menyewa tiga agen berbahasa Rusia untuk melayani permintaan properti dari orang-orang kaya tersebut. Diketahui permintaan telah meningkat sepuluh kali lipat. Turki dan UEA termasuk negara yang mengkritik tindakan Rusia ke Ukraina. Namun, kedua negara tersebut masih memiliki hubungan relatif baik dengan Moskow, dan masih mengoperasikan penerbangan langsung.

Gul juga mengatakan para pembeli properti ini adalah orang Rusia yang kaya tetapi bukan oligarki. Menurutnya, ada pelanggan yang membeli sebanyak tiga hingga lima unit apartemen sekaligus. “Mereka menemukan cara untuk membawa uang ke Turki,” katanya.

Adapun Rusia telah menjadi pembeli besar properti di Turki selama bertahun-tahun, selain warga dari Iran dan Irak. Namun, dalam beberapa pekan terakhir sejak diberlakukannya sanksi ekonomi, permintaan properti dari Rusia meningkat. Pada Februari, pembelian rumah di Turki oleh orang Rusia mencapai 509 unit. Jumlah ini meningkat dua kali lipat dari tahun 2021, menurut kantor statistik negara tersebut.

Salah satu pemilik perusahaan properti di Turki, Ibrahim Babacan mengatakan, sebelumnya banyak orang Rusia yang ingin tinggal di resor seperti kawasan Mediterania Antalya. Sekarang mereka lebih banyak membeli apartemen di Istanbul untuk menginvestasikan uangnya.

Turki dan UEA juga menawarkan insentif hunian bagi pembeli properti. Di Turki, orang asing yang membayar sekitar USD250 ribu untuk sebuah hunian dan menyimpannya selama tiga tahun bisa mendapatkan paspor Turki. Sementara di Dubai, pembelian properti seharga 750 ribu dirham atau USD205 ribu, pembeli bisa mendapatkan visa tinggal selama tiga tahun. Harga properti di Dubai tercatat lebih mahal di pulau-pulau buatan seperti Palm Jumeirah. Kemudian pembayaran properti yang dibeli di Istanbul, Turki, dapat dilakukan melalui bank. Namun ada juga konsumen yang membayar menggunakan uang tunai yang dikonfersi dari uang kripto.

Tags
#hunian #rumah #apartemen #Berita Properti #real estate #properti