Jakarta, Properti Indonesia – Pasar apartemen sewa pada kuartal IV 2021 menyambut pembukaan proyek baru, salah satunya berasal dari Somerset Sudirman yang telah mengalami penundaan pada kuartal sebelumnya sehingga menambah pasokan sebanyak 176 unit pasokan serviced residence di Jakarta atau 2,7 persen kamar tambahan.
Sementara penundaan beberapa proyek apartemen sewa menjadi sorotan pada sektor ini karena adanya pembatasan aktifitas ekonomi. Associate Director Research & Consultancy Department Leads Property Services Indonesia, Martin Samuel Hutapea mengatakan, bahwa secara keseluruhan, peningkatan pasokan sebesar 1,9 persen dari kuartal sebelumnya menjadi 9.311 unit.
Total kamar yang tersedia di apartemen sewa Jakarta terdiri dari wilayah Central Business District (CBD) sebanyak 48 persen, Jakarta Selatan 32 persen, dan sisa pasokan tersebar di Jakarta Pusat, Barat, dan Utara.
“Di kuartal ini terjadi peningkaan permintaan apartemen sewa di Jakarta sebanyak 415 unit sehingga menyebabkan permintaan total sebesar 5.439 unit. Hal ini terutama terlihat pada bulan Desember, karena musim liburan akhir tahun dimana kondisi ini sudah sangat umum terjadi,” ujar Martin dalam keterangan tertulis, Kamis (3/2).
Menurutnya, banyak orang di Jakarta memilih untuk menghabiskan musim liburan di apartemen servis sebagai cara untuk menjaga fleksibilitas dalam hal kondisi kerja, dengan kamar luas, fasilitas serta akses internet yang memadai, sehingga permintaan apartemen servis mengalami peningkatan signifikan sebesar 10,8 persen.
“Dengan meningkatnya permintaan di musim Natal dan Tahun Baru, tingkat hunian untuk kuartal ke-4 tercatat hampir mirip seperti pada kuartal pertama tahun ini, yaitu 58,4 persen, atau naik 3,4 poin dari kuartal sebelumnya. Angka ini merupakan titik balik yang sangat positif setelah dua kuartal berturut-turut di tahun ini mengalami penurunan tingkat hunian, mengingat kenaikan okupansi terjadi di kuartal ke-4 2021 ini meskipun adanya penambahan pasokan apartemen,” papar Martin.
Sehingga hal tersebut merupakan langkah yang positif ke arah recovery yang diharapkan datang di tahun 2022. Namun, membaiknya permintaan di sektor ini mengakibatkan kenaikan keseluruhan tarif sewa sebesar 3,3 persen dari kuartal sebelumnya menjadi USD21,44 per m2 per bulan.
Apartemen servis mengalami kenaikan terbesar, sebesar 3,4 persen dari kuartal sebelumnya, dari USD 23,68 per m2 per bulan menjadi USD24,48 per m2 per bulan. Harga sewa apartemen non servis sebagian besar tetap stagnan sebesar USD14,09 per m2 per bulan.
Sementara itu, para ekspatriat yang kembali ke Indonesia akan tetap bekerja secara hybrid atau work from office dan work from home. Potensi kenaikan kasus dari varian baru Omicron, diharapkan tidak begitu mengkhawatirkan seperti tahun lalu, oleh adanya kenaikan signifikan dalam hal vaksinasi, dan program booster yang diluncurkan pada awal tahun 2022.
“Oleh karena itu, hal ini diharapkan tidak begitu berpengaruh terhadap rencana beroperasinya apartemen sewa baru yang diperkirakan akan masuk ke Jakarta sebanyak 503 unit di tahun 2022 yang akan berasal dari Somerset Kencana, Citadine Gatot Subroto, dan Citadine Sudirman,” tutup Martin.