Jakarta, Properti Indonesia - Pasokan kumulatif perumahan tapak tercatat stabil sepanjang tahun 2023, dengan pertumbuhan pasokan yang signifikan pada semester kedua dibandingkan paruh pertama 2023. Konsultan properti Cushman & Wakefield Indonesia mencatat sebanyak 9.019 unit rumah diperkenalkan ke pasar, meliputi wilayah Jabodetabek dan Karawang.
Arief Rahardjo, Director Strategic Consulting Indonesia Cushman & Wakefield mengatakan, Tangerang masih menjadi wilayah yang mendominasi pasokan baru, menyumbang sebagian besar sebesar 65 persen.
"Tangerang mendominasi pasokan baru, menyumbang sebagian besar sebesar 65 persen, dengan perumahan baru seperti CitraGarden Bintaro dan Park Serpong, diikuti oleh wilayah Bogor-Depok dengan persentase gabungan sebesar 14 persen," ujar Arief dalam Laporan Marketbeat Sektor Properti Kuartal IV 2023, Selasa (30/1).
Unit rumah segmen atas tetap menjadi mayoritas pasokan baru selama semester ulasan sebesar 27,5 persen dari total pasokan, sementara segmen menengah mengikuti dengan persentase sebesar 25,9 persen. Lanjut Arief, keyakinan pengembang dalam menawarkan rumah mewah yang teramati pada semester sebelumnya masih berlanjut, mencerminkan optimisme pasar.
Adapun harga tanah rata-rata di Jabodetabek mencapai sekitar Rp12.438.119 per meter per bulan pada periode Desember 2023. Hal ini menunjukkan kenaikan tahun ke tahun sebesar 1,6 persen.
"Berbagai kemajuan infrastruktur transportasi teramati berdampak pada kenaikan harga tanah di sekitar koridor yang terdampak," imbuh Arief.
Berdasarkan laporan Cushman & Wakefield, wilayah yang direncanakan akan dibangun area perumahan di Tangerang pada kuartal IV 2023 mencapai 26,02 hektar, area yang telah dibangun mencapai 9,82 hektar, dan suplai mencapai 211.064 unit.
Permintaan hunian tapak di Tangerang mencapai 199.996 unit, dengan rata-rata penjualan sekitar 94,8 persen. Adapun rerata harga jual tanah di Tangerang mencapai Rp15.072.832 per m2.
Selain itu, terdapat 5.874 unit rumah yang launching pada semester kedua 2023, dengan rata-rata berlokasi di Serpong, Tangerang.
Cushman & Wakefield memperkirakan pasar perumahan tapak di Jabodetabek diharapkan akan mengalami peningkatan pada 2024. Beberapa pengembang juga bersiap untuk meluncurkan produk-produk baru dalam tahun yang akan datang.
Mayoritas pasokan diperkirakan akan berasal dari rumah segmen menengah, ditujukan untuk kaum milenial dan keluarga muda, serta rumah segmen atas, ditujukan untuk keluarga yang lebih matang.
"Inflasi yang mempengaruhi biaya konstruksi dan kemajuan infrastruktur yang berkelanjutan di Jabodetabek, termasuk proyek-proyek seperti MRT, LRT, dan perluasan jalan tol yang menyebabkan kenaikan harga tanah, diperkirakan akan lebih meningkatkan harga jual rata-rata rumah pada tahun 2024," jelasnya.
Para pengembang juga diharapkan tetap aktif meluncurkan produk-produk baru sebagai respons terhadap permintaan yang terus berlanjut.
"Meskipun terdapat optimisme pasar dan pemerintah menawarkan berbagai insentif untuk meningkatkan permintaan, pengembang akan terus menawarkan berbagai strategi promosi untuk mendorong penjualan," tutup Arief.