Jakarta, Properti Indonesia – Emiten PT Silom International Hospitals Tbk (SILO), unit usaha Lippo Grup, membukukan kenaikan pendapatan pada tahun 2022 yaitu sebesar Rp9,51 triliun. Jumlah ini meningkat 1,45 persen dibandingkan pendapatan tahun sebelumnya sebesar Rp9,38 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (28/3), kenaikan pendapatan tersebut dikontribusi dari seluruh segmen layanan. Segmen rawat inap mencatat pendapatan sebanyak Rp5,29 triliun, sementara untuk rawat jalan sebanyak Rp4,21 triliun. Kemudian, laba bersih SILO sepanjang tahun 2022 tercatat sebesar Rp696,49 miliar atau naik 3,2 persen dibanding tahun 2021 sebesar Rp674,11 miliar.
Namun, untuk beban pokok pendapatan ikut meningkat sebesar 3,8 persen menjadi Rp5,98 triliun dibanding tahun 2021 sebesar Rp5,76 triliun, sehingga laba kotor menurun 2,2 persen menjadi Rp3,53 triliun dari sebelumnya sebesar Rp3,61 triliun. SILO juga mencatat kenaikan laba usaha menjadi Rp1,02 triliun sepanjang 2022 dari tahun sebelumnya sebesar Rp1,01 triliun. Hal ini karena adanya penurunan beban usaha sebesar 3,03 persen menjadi Rp2,34 triliun dari tahun 2021 sebesar Rp2,41 triliun.
Total aset juga turut naik menjadi Rp9,66 triliun, dibandingan pada tahun 2021 sebesar Rp9,30 triliun. Jumlah liabilitas menurun menjadi Rp2,61 triliun dari sebelumnya Rp2,78 triliun, dan total ekuitas meningkat 7,6 persen menjadi Rp7,05 triliun.
Baca Artikel Menarik Lainnya di Google News