Jakarta, Properti Indonesia – Lembaga riset Knight Frank Indonesia memprediksi serapan ruang perkantoran pada tahun ini di kawasan central business district (CBD) Jakarta akan didominasi oleh sektor e-commerce serta sektor logistik dan fast moving consumer goods (FMCG).
“Sektor-sektor ini yang masih akan terus prospektif dalam menyerap kantor di 2021,” kata Senior Advisor Research Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat, Kamis (28/1).
Menurutnya, okupansi ruang perkantoran masih akan rendah di tahun ini. Hal ini diakibatkan pembatasan yang diberlakukan di Jakarta pada 2020 sehingga banyak perusahaan yang menerapkan bekerja dari rumah.
Kemudian untuk harga sewa juga terpantau menurun. Seperti sewa kantor premium grade A sebesar Rp432 ribu per m2 per bulan, grade A Rp344 ribu per m2 per bulan, grade B Rp276 ribu per m2 per bulan, dan grade C Rp204 ribu per m2 per bulan. Harga sewa menurun sebanyak 1% dari semester I-2020 atau turun 3% apabila dibandingkan pada 2019.
Adapun serapan ruang kantor yang positif pada saat ini dari premium grade A. “Karena ada tren lokasi dari para tenant yang memburu gedung dengan kualitas layanan prima dan teknologi yang menunjang protokol kesehatan,” imbuh Syarifah.
Syarifah menjelaskan ada sembilan proyek pasokan perkantoran baru pada 2021 hingga 2023 seluas 889 ribu m2, yang didominasi dengan tipe lease office. Sementara di CBD tahun ini ada enam proyek ruang perkantoran baru seluas 558 ribu m2.
Diantaranya Daswin Tower di Rasuna Said, RDTX Place Mega Kuningan, Jakarta Office Tower Sudirman, Rajawali Place Kuningan, Menara BRI Gatot Subroto, dan Thamrin Nine Tower 1.