Sepanjang Tahun 2022 Bisnis Hotel di Jakarta Terus Bertumbuh

Sepanjang Tahun 2022 Bisnis Hotel di Jakarta Terus Bertumbuh
Penyelenggaraan Properti Indonesia Award (PIA) di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Rabu, 7 September 2022. (Properti Indonesia)

Jakarta, Properti Indonesia – Konsultan properti Colliers Indonesia dalam Radar Report terbaru menyatakan bisnis perhotelan di Jakarta menunjukkan tren peningkatan sejak awal tahun 2022 baik dari tingkat rata-rata okupansi maupun tingkat sewa harian. 

 Hingga kuartal III tahun 2022, Jakarta memiliki total 223 hotel dengan cakupan 44.696 kamar. Jumlah tersebut didominasi oleh hotel bintang tiga. Mayoritas hotel berada di Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan, di mana kawasan tersebut merupakan kawasan komersial yang mendukung berbagai usaha dan perdagangan di Jakarta. Kemudian di kawasan TB Simatupang yang memiliki akses langsung ke wilayah Tangerang sehingga mudah dijangkau dari Bandara.

Senior Associate Director Colliers Indonesia, Ferry Salanto menyebutkan tren positif pada bisnis perhotelan tahun ini dikontribusi oleh kegiatan Meeting, Incentives, Conferences, Exhibition (MICE). Kondisi perhotelan di Jakarta sepanjang kuartal ini, tingkat okupansinya meningkat sekitar 40 persen apabila terdapat acara di dekat lokasi dibandingkan dengan hari-hari biasa.

“Hari-hari biasa berarti kondisi di mana tidak ada kegiatan di pusat konvensi di dekat hotel. Yang dimaksud dengan ‘selama acara’ adalah berlangsungnya acara baik tiga hari, satu minggu, atau satu bulan. Namun, secara prakteknya kegiatan MICE setiap hari melibatkan kurang dari 200 peserta, maka banyak orang yang memilih untuk mengadakan MICE seperti pertemuan, konferensi, seminar atau pernikahan berada di hotel,” jelas Ferry dalam laporannya, Senin (26/12).

Lanjut Ferry, pertimbangan konsumen dalam memilih hotel sebagai tempat MICE tidak hanya terletak pada satu faktor, melainkan sejumlah faktor yang saling berpengaruh. Dari sisi konsumen, penyelenggara MICE atau tamu didominasi oleh pemerintah, perusahaan, hingga lembaga tertentu yang umumnya menggunakan ruang pertemuan untuk seminar dan kegiatan.

Kemudian, terdapat beberapa indikator yang menjadi pertimbangan konsumen dalam memilih hotel sebagai lokasi MICE, antara lain; harga, lokasi, HSE (Health, Safety, and Environment), makanan, fasilitas, layanan, ulasan, dan sertifikat penghargaan.

Colliers Indonesia mencatat, hotel bintang 3 menjadi pilihan pemerintah melaksanakan kegiatan MICE sekitar 50-60 persen, kemudian hotel bintang 4 sebesar 40-60 persen dan hotel bintang 5 sebesar 20-65 persen.

“Hal ini karena hotel bintang tiga memiliki fasilitas MICE yang terbatas, namun biasanya tidak semua peserta MICE memiliki biaya untuk menginap di hotel tempat diadakannya acara tersebut,” imbuh Ferry.

Selanjutnya, perusahaan-perusahaan memilih hotel bintang 4 untuk acara MICE sebesar 40-60 persen, disusul hotel bintang 5 sebesar 35-80 persen, dan hotel bintang 3 sebesar 35-50 persen. Sementara untuk hotel bintang 5 rata-rata menyasar pasar mancanegara.

Harga juga menjadi faktor penting ketika memilih tempat penyelenggaraan MICE, terutama jika perusahaan sudah memiliki anggaran yang ditetapkan. Namun, tidak menutup kemungkinan bagi para pelaku bisnis perhotelan memberikan potongan harga sebagai daya tarik. Pada dasarnya, setiap hotel memiliki paket harga masing-masing. Meski begitu di antara kelas hotel yang sama, harga yang ditawarkan kurang lebih sama.

Rata-rata paket harga di hotel bintang 3 untuk acara MICE half-day berkisar Rp250 ribu – Rp350 ribu dan full-day seharga Rp350 ribu – Rp450 ribu. Hotel bintang 4 untuk half-day sekitar Rp350 ribu – Rp550 ribu dan full-day seharga Rp400 ribu – Rp600 ribu. Serta hotel bintang 5 untuk half-day Rp600 ribu – Rp850 ribu dan full-day Rp650 ribu – Rp900 ribu.

 

Tags
#Hotel #Berita Properti #Bisnis Properti #properti #Jakarta #colliers indonesia