Jakarta, Properti Indonesia – Kuartal pertama 2022 ditandai dengan adanya ledakan gelombang Omicron yang menyebabkan lanjutan pembatasan untuk ketiga kalinya sejak tahun 2020. Hal ini turut berpengaruh pada sentimen retailer maupun pemilik pusat perbelanjaan. Leads Property dalam laporan terbarunya bertajuk Jakarta Property Market Insight kuartal I 2022, mencatat belum ada pusat perbelanjaan baru yang beroperasi di Jakarta sepangjag kuartal I 2022.
Namun, terdapat pusat perbelanjaan yang memperbaharui konsep mereka yaitu Sarinah Mall dan Gajah Mada Plaza. Kemudian pasokan kumulatif di sektor ritel mencapai 3,47 juta meter persegi (m2) di kuartal ini. Associate Director Leads Property, Martin Samuel Hutapea menjelaskan, permintaan yang tercatat selama kuartal I 2022 sebesar 13.035 m2, menyebabkan permintaan kumulatif sedikit naik ke angka 3,08 juta m2.
“Beberapa pendorong permintaan setidaknya berasal dari beberapa retailer F&B yang berekspansi. Selain itu, ada juga brand berukuran besar sepert Uniqlo yang masih berekspansi di dalam pusat perbelanjaan, dan JD.ID yang ikut memeriahkan pasar ritel. Di samping itu, IKEA dan Electronic City diperkirakan akan mendorong jumlah permintaan di kuartal berikutnya,” jelas Martin dalam siaran pers, Senin (11/4).
Menurutnya, masih ada brand-brand fashion baru yang mulai melakukan ekspansi di Indonesia seperti Foot Locker. Dengan tidak adanya pasokan tambahan, tingkat hunian mengalami sedikit perbaikan menjadi 88,81 persen atau naik secara tidak signifikan sebesar 0,37 poin di kuartal ini.
Para pemilik pusat perbelanjaan juga masih terus berusaha mempertahankan okupansi dengan cara menjaga harga sewa. Harga sewa pada kuartal I 2022 tercatat sebesar Rp577.300 per meter persegi per bulan di kawasan CBD, sementara di kawasan non-CBD mencapai Rp373.700 per meter persegi. Harga tersebut mengalami kenaikan pertumbuhan secara tidak signifikan dengan masing-masing sebesar 0,2 persen dan 0,4 persen, sehinga dapat dikatan harga rental masih relatif stabil.
“Kalaupun ada beberapa pusat perbelanjaan yang cukup confidence untuk menaikkan harga sewa mall, tingkat hunian mereka sudah cukup tinggi dan secara mendasar tergolong pusat perbelanjaan yang dilirik para tenant,” imbuh Martin.
Lanjut Martin, berkurangnya kasus pandemi akhir-akhir ini juga mendorong para konsumen untuk berbelanja dan meluangkan waktu lebih banyak di pusat-pusat keramaian. Ramainya pusat perbelanjaan dan ritel di luar mall mengindikasikan lebih tingginya confidence level dari para konsumen.
“Dengan demikian, diharapkan agar sales turnover atau penjualan para retailer meningkat secara signifikan sehingga dapat dijadikan basis pertumbuhan harga di masa depan, meskipun belum signifikan,” ungkapnya.
Di tahun 2022 ini, terdapat pasokan ritel baru yaitu Lippo @ Holland Village yang dijadwalkan akan buka pada kuartal IV 2022. Pertambahan ini diperkirakan akan menekan tingkat hunian pusat perbelanjaan di Jakarta.