Jakarta, Properti Indonesia – Sebagai langkah mendorong gaya hidup ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk meminimalisir kerusakan lingkungan, Rekosistem bekerja sama dengan AVO dalam mengelola limbah komestik melalui program #AVOSustainableLiving.
Program ini sendiri sebagai upaya menjaga bumi dan alam melalui pengelolaan limbah kosmetik internal AVO untuk diolah dan didaur ulang dengan bantuan Rekosistem menggunakan Rebox.
Rebox merupakan kotak yang dipasang sebagai Internet of Things (IoT) drop box atau tempat sampah pintar dengan tujuan untuk mengumpulkan sampah anorganik dari tempat umum.
Dalam konteks kerja samanya dengan AVO, Rekosistem mengembangkan Rebox dengan dilengkapi teknologi machine learning atau pemelajaran mesin yang dapat mendeteksi produk dari AVO, seperti Avoskin, Looke Cosmetics, Oasea Laboratories, dan Lacoco En Nature.
“Teknologi machine learning milik Rebox ini dapat memberikan data dari hasil pengumpulan limbah kosmetik serta papan peringkat untuk penyetor limbah kosmetik terbanyak,” ujar Joshua Valentino, Co-founder dan COO Rekosistem dalam siaran pers, Jumat (26/8).
Selanjutnya, limbah kosmetik yang dikumpulkan AVO di Yogyakarta melalui Rebox yang telah terintegrasi dengaj aplikasi Rekosistem untuk perhitungan reward point bagi tiap kemasan yang dikumpulkan.
Limbah kosmetik yang sudah terdata dan dalam kondisi terpilah dengan Rebox akan dikirimkan menuju Rekosistem Waste Hub yang tersebar di wilayah Jabodetabek oleh Lion Parcel.
Setelahnya, Rekosistem akan mengelompokkan barang yang akan didaur ulang sesuai jenisnya untuk kemudian didistribusikan kepada rekan-rekan Rekosistem untuk proses daur ulang.
Sebagai informasi, Rekosistem (PT Khazanah Hijau Indonesia) merupakan startup cleantech yang menawarkan jasa pengelolaan sampah, termasuk di dalamnya pengumpulan, pemilahan, serta pengolahan sampah.