Jakarta, Properti Indonesia – Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak dua tahun terakhir tak bisa dipungkiri telah memberi dampak signifikan pada seluruh sektor perekonomian, termasuk salah satunya sektor ritel. Seperti diketahui, sepanjang tahun 2021 banyak usaha ritel yang terpaksa menutup sejumlah gerainya bahkan hingga gulung tikar akibat tidak sanggup menanggung biaya sewa, biaya operasional serta gaji karyawan. Berikut adalah sejumlah peritel di Indonesia yang terpaksa menutup gerainya sepanjang tahun 2021.
Giant
Giant yang dikelola oleh PT Hero Supermarket mengalami penutupan di sejumlah gerainya. Penutupan gerai Giant tersebut diubah menjadi IKEA dan Hero Supermarket sebagai langkah strategis perusahaan. Penutupan seluruh gerai Giant diumumkan sejak 25 Mei 2021 oleh Presiden Direktur PT Hero Supermarket, Patrik Lindvall. Namun, penutupan gerai Giant sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 2019 dan hingga Maret 2021 sudah ada 25 gerai yang ditutup.
Kemudian penutupan gerai terakhir sebanyak 75 gerai hingga 31 Juli 2021. Akibatnya, sebanyak 2.700 karyawan Giant mengalami PHK. Kementerian Ketenagakerjaan juga telah memastikan bahwa karyawan mendapatkan haknya.
Centro
Centro merupakan gerai ritel yang termasuk dalam jaringan Parkson Retail Asia Limited (Ltd), kemudian masuk di pasar Indonesia dan dikelola oleh PT Tozy Sentosa. Kemudian Centro membuka gerai di berbagai kota di Indonesia, mulai dari Bali, Depok, Surabaya, Solo, Bintaro, dan Manado dengan total 15 gerai.
Namun, karena adanya pandemi, jaringan ritel ini mengalami penutupan pada beberapa gerai dan perusahaan resmi dinyatakan pailit oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada 17 Mei 2021. Hingga saat ini seluruh Centro Department Store telah berhenti beroperasi.
Ace Hardware
Perusahaan ritel perabotan rumah tangga dan perkantoran, PT Ace Hardware Indonesia Tbk telah menutup sejumlah gerainya pada tahun 2021. Penutupan tersebut dimulai sejak Maret 2021, di antaranya di Panam Square Mall, Pekanbaru, Riau. Kemudian pada November 2021 di Waru (Surabaya), dan Desember 2021 beberapa gerai ditutup salah satunya berlokasi di Emporium Pluit, Jakarta. Meskipun mengalami penutupan gerai, Sekretaris Perusahaan ACE Hardware Indonesia, Helen Tanzil menyatakan penutupan tersebut karena masa sewa telah berakhir dan perusahaan akan menambah 10 gerai Ace Hardware baru.
Sebagai informasi, kinerja Ace Hardware sendiri pada tahun ini tercatat menurun. Laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp322,25 miliar dibanding periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp529,58 miliar. Kemudian penjualan bersih selama sembilan bulan pertama tahun ini sebesar Rp4,69 triliun atau turun 9,41% dari Rp5,48 triliun di tahun sebelumnya.
Matahari Department Store
Gerai PT Matahari Department Store Tbk telah menutup 13 gerai sepanjang tahun 2021. Empat di antaranya berlokasi di Yogyakarta, Jakarta, Bandung, dan Bogor. Penutupan tersebut terkait dengan efisiensi perusahaan di masa pandemi.
“Kami akan menutup gerai-gerai yang tidak berperforma baik,” ujar Corporate Secretary and Legal Director Matahari, Miranti Hadisusilo dalam keterbukaan informasi (23/9). Adapun penjualan perusahaan pada tahun 2020 tercatat menurun sebesar Rp8,59 triliun atau turun 52,3% dari tahun 2019 sebesar Rp18,03 triliun.