Jakarta, Properti Indonesia – Perusahaan PT PP Properti Tbk (PPRO) telah mengumumkan hasil kinerja keuangan perusahaan tahun 2020. Dalam laporan tersebut tercatat perseroan memperoleh Pendapatan Usaha sebesar Rp15,83 triliun dan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp266 miliar. Sementara realisasi laba bersih per saham atau Earnings Per Share (EPS) di tahun ini sebesar Rp21.
Adapun, beban pokok pendapatan perseroan mencapai Rp13,65 triliun atau jeblok 32,5% dari tahun 2019 sebesar Rp20,25, sehingga perseroan masih mengantongi laba kotor sebesar Rp2,17 triliun dengan kenaikan marjin laba kotor sekitar Rp13,73%.
Baca Juga : Amunisi PP Properti di Tahun 2021
Kenaikan marjin laba kotor perseroan sebagian besar didominasi oleh proyek-proyek yang berada pada tahap pekerjaan cut & fill seperti Kawasan Industri Terpadu Batang dan Jalan Tol Semarang Demak, dan di akhir tahun 2020 mencatatkan aset sebesar Rp53,47 triliun.
“Pencapaian kinerja keuangan ini terjadi karena dampak pandemi Covid-19 yang mewabah di Indonesia maupun seluruh dunia sejak awal tahun 2020. Akibat pandemi tersebut, terdapat beberapa tender proyek yang telah diikuti oleh perseroan harus ditunda oleh pemilik proyek akibat adanya perubahan alokasi anggaran,” ujar Corporate Secretary PT PP Properti Yuyus Juarsa, dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Rabu (17/3).
Baca Juga : PP Properti Luncurkan Hunian Terbaru Rancangan Andra Matin
Meski sebelumnya perseroan optimis di tahun 2020 dengan menetapkan target kinerja perusahaan tumbuh dibandingkan tahun 2019. Lanjut Yuyus, pihaknya menilai hasil kinerja di tahun 2020 telah sesuai dengan revisi target kinerja dan melebihi target tersebut.
Perseroan membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp266 miliar di mana pencapaian tersebut melampaui target revisi yang ditetapkan sebelumnya. Atas pencapaian realisasi kinerja keuangan tersebut, perseroan telah menargetkan pertumbuhan pendapatan usaha sekitar 40% dan laba bersih 50% di tahun ini, serta melakukan penyusunan strategi perusahaan untuk jangka pendek dan menengah.