Jakarta, Properti Indonesia – Bank Indonesia mencatat bahwa permintaan properti komersial menunjukkan adanya peningkatan secara tahunan pada triwulan II-2021. Indeks Permintaan Komersial triwulan II-2021 tercatat tumbuh 0,06 persen year on year (yoy). Permintaan tersebut sedikit meningkat dari 0,00% pada triwulan I-2021, meskipun belum setinggi 0,20% pada triwulan II-2020.
Dilansir dari data Bank Indonesia tentang Perkembangan Properti Komersial, Selasa (7/9), perbaikan ditopang permintaan segmen hotel yang meningkat dan apartemen sewa yang menunjukkan perbaikan kontraksi, sejalan dengan tingginya kebutuhan pengguna hotel dan apartemen sewa untuk isolasi mandiri di tempat penginapan tenaga medis.
Selain itu, peningkatan didorong oleh segmen convention hall karena adanya kegiatan meeting, incentive, convention, exhibition (MICE) yang sudah ada tren permintaan, terutama pada paket meeting oleh segmen instansi pemerintahan dan swasta serta adanya kegiatan sosial seperti pernikahan new normal dan tempat penyelenggaraan vaksinasi Covid-19.
Bank Indonesia menyatakan terjadi perbaikan permintaan segmen ritel sewa juga didorong oleh kembalinya aktivitas masyarakat di pusat perbelanjaan walaupun belum seperti keadaan sebelum pandemi.
Dari sisi kategori jual, permintaan properti komersial secara umum mengalami perlambatan pada triwulan II-2021, disebabkan menurunnya permintaan segmen perkantoran jual dan perlambatan perminaan segmen lahan industri dan warehouse complex.
“Perlambatan ini disebabkan oleh pelaku bisnis yang masih bersifat wait and see melihat regulasi pemerintah dan perkembangan kondisi pandemi Covid-19,” tulis Bank Indonesia.
Kemudian untuk pasokan properti komersial terpantau relatif stagnan. Indeks pasokan properti komersial triwulan II-2021 tercatat kontraksi sebesar -0,01% (yoy), tidak jauh berbeda dibandingkan pada triwulan I-2021 sebesar -0,02%, namun masih lebih rendah dibandingkan pada triwulan II-2020 sebesar 0,01%.
Pasokan untuk kategori jual seperti perkantoran, warehouse complex dan lahan industri di kota-kota besar seperti Jakarta, Bodebek, Surabaya, dan Palembang masih stagenan. Sementara pasokan untuk kategori sewa meningkat terutama segmen sewa ritel dan hotel.
Sementara dari sisi harga, pada triwulan II-2021 harga properti komersial tercatat tumbuh melambat. Tercermin dari indeks harga properti komersial tumbuh 0,32% (yoy), melambat dari periode triwulan I-2021 sebesar 0,45% (yoy) meskipun lebih tinggi dari triwulan II-2021 sebesar 0,29% (yoy).